Tasik Tanjung Padang Akan Jadi Kawasan Konservasi Margasatwa

Dibaca: 540 kali  Kamis,20 September 2018 | 07:10:00 WIB

Tasik Tanjung Padang Akan Jadi Kawasan Konservasi Margasatwa
Ket Foto : Foto bersama

MERANTI - Tasik Tanjung Padang di Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti akan dikelola menjadi Blok Suaka Margasatwa. Sesuai Peraturan Menteri LHK Nomor 76 Tahun 2015, Rancangan Penataan itu harus dibahas melalui Konsultasi Publik.
 
Mengacu hal tersebut, Pemkab Kepulauan Meranti bekerjasama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau, menggelar Konsultasi Publik Penataan Blok Suaka Margasatwa Tasik Tanjung Padang, di Hotel Grand Meranti, Selatpanjang, Kamis 20 September 2018.
 
Kegiatan itu dihadiri Sekda Yulian Norwis, Kabid Teknis KSDA M. Mahfud, Kabid Wilayah II BKSDA Riau Heru Sutmantoro, Kepala Bappeda Meranti, Mamun Murod, Asisten III Setdakab Meranti, Rosdaner, Asisten I Setdakab Meranti Jonizar, Kadis LHK Hendra Putra, Camat Tasik Putri Puyu, Abdul Hamid dan sejumlah pejabat lainnya.
 
Pada kesempatan itu dalam pidatonya Sekda Kepulauan Meranti Yulian Norwis menilai pelaksanaan kegiatan tersebut sangat strategis karena menyangkut pengelolaan Blok Tanjung Padang yang akan dijadikan pusat konservasi Suaka Margasatwa di Kabupaten Kepulauan Meranti.
 
"Kita sangat mendorong hal itu, karena dengan penataan Blok Suaka Margasatwa Tasik Tanjung Padang akan menjadikan kawasan itu sebagai satu satunya pusat konservasi Margasatwa yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti," jelasnya.
 
Dengan adanya pusat konservasi Suaka Margasatwa Tasik Tanjung Padang, diyakini akan mendorong geliat pariwisata di wilayah tersebut yang otomatis akan berdampak pada peningkatan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat tempatan.
 
Sekda Kepulauan Meranti berharap melalui kegiatan itu akan tercipta tonggak sejarah bahwa daerah ini telah memiliki pusat konservasi Margasatwa yang dapat digunakan untuk pelestarian berbagai Margasatwa.
 
"Semoga kegiatan ini menjadi tonggak sejarah adanya Pusat Konservasi Margasatwa di Kepulauan Meranti yang dapat menjadi objek wisata terbatas yang mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat tempatan," pungkas Sekda. (rls/red)
Akses JurnalMadani.com Via Mobile m.JurnalMadani.com