Masih Banyak Desa di Meranti Belum Teraliri Listrik PLN

Dibaca: 975 kali  Senin,08 Oktober 2018 | 07:17:00 WIB

Masih Banyak Desa di Meranti Belum Teraliri Listrik PLN
Ket Foto : ilustrasi

MERANTI – Masih banyaknya desa di Kabupaten Kepulauan Meranti yang belum teraliri listrik PLN, mengundang kerisauan salah seorang anggota DPRD setempat. Seperti di Kecamatan Merbau, Pulau Merbau dan Tasik Putri Puyu, setidaknya tercatat sebanyak 16 Desa.
 
Hal itu terungkap saat Ketua Komisi 1 DPRD Kepulauan Meranti, Edi Mashudi mendatangi Kantor PLN Rayon Selatpanjang, Senin 8 Oktober 2018. Kedatangannya sengaja untuk menyampaikan aspirasi masyarakat terkait masih banyak desa di Kepulauan Meranti yang belum teraliri listrik PLN.
 
“Seperti di Kecamatan Pulau Merbau, diantaranya Desa Batang Meranti menuju Desa Renak Dungun, kemudian Desa Renak Dungun menuju Desa Baran Melintang, Desa Baran Melintang menuju Desa Pangkalan Balai, Pangkalan Balai menuju Desa Kuala Merbau, dan Kuala Merbau menuju Desa Tanjung Bunga, yang saat ini keenam Desa tersebut belum teraliri listrik PLN,” ujarnya.
 
Selanjutnya, kata Edi Mashudi, untuk Kecamatan Tasik Putri Puyu, hingga saat ini masih ada beberapa Desa yang belum teraliri listrik PLN, diantaranya Desa Kudap menuju Desa Dedap, Desa Dedap menuju Desa Mekar Delima, Desa Mekar Delima menuju Desa Putri Puyu, dan Desa Putri Puyu menuju Desa Tanjung Padang.
 
Kemudian untuk Kecamatan Merbau, sambung Edi Mashudi, mulai dari Desa Anak Kamal, Desa Sungai Tengah, Desa Lukit, Desa Bumi Asri dan Desa Tanjung Kulim, saat ini juga belum teraliri listrik PLN.
 
"Untuk itu, kami minta agar pihak PLN dapat membangun serta memasang jaringan PLN ke desa-desa dan ke Kecamatan yang telah kami sampaikan tadi," ujarnya.
 
Edi Mashudi berharap, dalam waktu yang sesingkat-singkatnya pihak PLN segera membangun tower jaringan listrik dari Desa Mekong ke Desa Semukut, agar dapat dinikmati oleh masyarakat Kecamatan Pulau Merbau dengan menghidupkan listrik 24 jam.
 
"Karena kondisi mesin yang ada di Desa Teluk Ketapang tidak memungkinkan untuk menyambung mulai dari Desa Batang Meranti sampai ke lima Desa yang kami sebutkan tadi. Dari itu, terima kasih kepada pihak PLN dan mudah-mudahan suara saya ini bisa mewakili masyarakat dan apa keinginan masyarakat bisa tersampaikan dan terwujud," ujarnya.
 
Menanggapi hal itu, Muhammad Fany, selaku Supervisor Transaksi Energi ULP PLN Rayon Selatpanjang, mengucapkan terima kasih atas kunjungan Ketua Komisi DPRD Meranti 1 Edi Mashudi, yang mewakili masyarakat untuk menyampaikan hal-hal berkaitan dengan kelistrikan di Kabupaten Kepulauan Meranti.
 
Kata Fany, PLN Rayon Selatpanjang berkomitmen untuk mewujudkan salah satu target pemerintah di sektor kelistrikan yaitu pemerataan pasokan listrik dan menambah cadangan listrik, yang tujuannya tentu untuk mendorong ekonomi dan juga pemerataan pembangunan di masyarakat.
 
Untuk mensukseskan itu, kata Fanny, dukungan kerja sama sangat dibutuhkan agar rencana-rencana tersebut dapat terealisasi, paling tidak mulai dari pra perencanaan hingga nanti pekerjaan bahkan pasca pekerjaan sehingga masyarakat benar-benar menikmati listrik.
 
"Kita harap koordinasi seperti ini terus terjalin, antara pihak PLN dengan masyarakat, terutama diwakili oleh anggota dewan seperti Pak Edi Mashudi selaku tokoh di Kecamatan Pulau Merbau," ucapnya. (rls/red)
Akses JurnalMadani.com Via Mobile m.JurnalMadani.com