Ratusan Personel Polres Kampar Ikuti Wirid Pengajian

Dibaca: 514 kali  Sabtu,17 November 2018 | 03:18:00 WIB

Ratusan Personel Polres Kampar Ikuti Wirid Pengajian
Ket Foto : Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta Yudhistira SIK MH menyampaikan sambutannya

KAMPAR - Kepolisian Resor Kampar menggelar Wirid Pengajian bagi personelnya yang diadakan di teras depan Mapolres Kampar, Jumat pagi 16 November 2018 sekira pukul 08.30 WIB.
 
Wirid pengajian ini mendatangkan Ustad Dr. H. Jauhari MA sebagai penceramah dan dihadiri oleh Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta Yudhistira SIK MH, para Pejabat Utama Polres Kampar dan segenap Personel Polri serta ASN jajaran Polres Kampar.
 
Acara diawali sepatah kata dari Kapolres Kampar yang menyampaikan, bahwa betapapun beratnya tugas yang dihadapi namun hendaknya jangan melupakan kewajiban kepada Allah SWT.
 
"Tantangan tugas kedepan semakin banyak dan berat, selain pemeliharaan Kamtibmas, kita juga bertanggung jawab untuk mengamankan agenda Pemilu tahun 2019," jelas Kapolres.
 
Untuk itu, Kapolres mengajak jajarannya menjalankan tugas dengan ikhlas diiringi do'a kepada Allah SWT, agar semua tugas dapat berjalan dengan lancar dan diridhoi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.
 
Selanjutnya penyampaian Tausyiah oleh Ustad Dr. H. Jauhari MA, yang mengajak untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas semua nikmatNya, dengan selalu mendekatkan diri kepadaNya dan hidup dalam tuntunanNya.
 
Sesuai dengan "Program Taat" Polres Kampar yang merupakan singkatan dari Tertib, Aman, Agamis dan Terkendali, bahwa hal ini sejalan dengan ajaran agama islam yang juga mengajarkan untuk mewujudkan rasa aman dan nyaman menuju keselamatan hidup di dunia dan akhirat.
 
Dikatakannya, setiap manusia memiliki potensi sifat negatif yang disebut dengan "Pujur", ada tiga elemen dari sifat negatif ini yang kemungkinan ada dalam diri manusia yaitu "Tagha" artinya kepribadian yang menonjolkan sifat sombong yang sangat dibenci Allah SWT.
 
Kemudian "Khanut" yang diibaratkan seperti tanah gersang yang tidak dapat ditumbuhi tanaman, artinya orang yang keberadaannya tidak dapat memberikan manfaat bagi orang lain.
 
Terakhir "Khabat" yaitu orang yang merasa tidak punya waktu untuk menunaikan kewajibannya kepada Allah SWT karena kesibukannya mengejar dunia.
 
"Semua potensi negatif ini harus kita singkirkan dalam diri kita dengan cara "Wasjud" atau bersujud yaitu dengan mengerjakan shalat, serta "Wakthariq" yaitu mengerjakan amalan lain selain shalat agar kita mencapai ketaqwaan kepada Allah SWT," jelasnya.
 
Wirid pengajian ini diakhiri dengan Do'a bersama yang dipandu langsung oleh Ustad penceramah, kegiatan berakhir pada pukul 09.15 WIB dan seluruh rangkaian acara berlangsung dengan aman dan lancar. (bakar)
Akses JurnalMadani.com Via Mobile m.JurnalMadani.com