Prajurit TNI Gugur Ditembak KKB Papua Saat Sedang Shalat

Dibaca: 221 kali  Selasa,23 Juli 2019 | 05:12:00 WIB

Prajurit TNI Gugur Ditembak KKB Papua Saat Sedang Shalat
Ket Foto : Kapendam XVII Cenderawasih, Kolonel Inf. Muhammad Aidi

PAPUA - Seorang anggota TNI gugur setelah diserang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Kabupaten Nduga, Papua, Sabtu (20/7/2019). Korban bernama Prada Usaman Hambelo gugur dengan luka tembak di bagian pinggnang.
 
Penyerangan tersebut terjadi saat sejumlah personel TNI sedang istirahat mengawal pembangunan Jalan Trans Papua, yakni Jembatan Yuguru-Kenyam, Distrik Yuguru, Kabupaten Nduga, Papua.
 
Dikutip dari Kompas.com, Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf M Aidi mengatakan penyerangan terjadi saat para personel TNI sedang istirahat melaksanakan ibadah shalat.
 
Tiba-tiba, para personel TNI diserang oleh KKB dari arah semak belukar.
Jarak para KKB dengan tempat istirahat personel TNI hanya sekitar 300 meter. Serangan tersebut juga sempat mendapat balasan dari para anggota TNI.
 
Para anggota TNI berusaha untuk mengejar para separatis ini. Namun karena pertimbangan keamanan dengan medan belukar yang cukup lebat dan jurang yang curam, pengejaran pun dihentikan.
 
Kemudian, seusai pasukan memukul mundur kelompok separatis, baru diketahui ada satu orang anggota TNI yang terkena tembakan. Karena minimnya perawatan medis, sekitar pukul 14.10 WIT, Prada Usaman Hambelo meninggal dunia.
 
"Pasukan TNI sebenarnya meminta bantuan evakuasi setelah Prada Usaman tertembak. Namun, proses evakuasi terkendala karena satu-satunya sarana angkutan menuju ke lokasi hanya dengan helikopter," ucap Aidi.
 
Selain itu, kondisi cuaca di wilayah Nduga juga sedang turun hujan. Sehingga proses evakuasi jenazah pun tak dapan dilaksanakan harii tu juga.
 
Driver Ojek Online Tewas Ditembak Karena Dikira Intel
 
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali melakukan serangan di Kampung Wiyukwi, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Sabtu (2/2/2019) sekitar pukul 17.49 WIT.
 
Kali ini seorang warga sipil bernama Sugeng Efendi (25) seorang tukang ojek.
 
Sugeng tewas setelah ditembak di sebuah kios milik warga yang berada di depan SMU Negeri 1 Mulia.
 
Hal ini cukup menjadi sorotan karena selama ini KKB menyasar aparat TNI dan Polri sebagai sasaran.
 
Organisasi Papua Merdeka (OPM), menyatakan diri sebagai pihak yang bertanggung jawab di balik penembakan terhadap Sugeng.
 
Pihak OPM pun secara terang-terangan mengungkapkan alasan mereka menembak Sugeng dari jarak dekat itu. Sugeng menjadi sasaran karena dianggap sebagai mata-mata Indonesia.
 
Keterangan tersebut didapat dari salah satu simpatisan OPM, Mellq di akun Facebook TPNPB atau Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat.
 
"Itu intel. Ko pikir OPM bunuh sembarang orang seperti TNI-Polri kah?" tulis Mellq.
 
Dikutip dari Kompas, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ahmad Mustofa Kamal mengungkapkan korban tiba di RSUD Mulia untuk mendapatkan perawatan medis namun dari pihak dokter menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia.
 
"Jadi dari hasil keterangan medis, korban mengalami luka tembak di bagian leher hingga tembus," ujarnya.
 
Kamal menegaskan barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian, yakni 1 buah selongsong peluru kaliber 9 mm.
 
"Diduga korban ditembak dengan menggunakan senjata laras pendek dengan jarak tembak yang sangat dekat," lugasnya.
 
Sebelumnya ada 19 pekerja PT Istaka Karya yang mengerjakan jembatan di Nduga meninggal menjadi korban penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada Sabtu (1/12/2018).
 
Mereka menjadi menjadi sasaran karena dianggap sebagai mata-mata atau anggota TNI yang menyamar. (red)
Akses JurnalMadani.com Via Mobile m.JurnalMadani.com