Pertama di Riau, Kualu Nenas Jadi Desa Keuangan Syariah

Dibaca: 92 kali  Rabu,25 Desember 2019 | 01:08:00 WIB

Pertama di Riau, Kualu Nenas Jadi Desa Keuangan Syariah
Ket Foto : Penandatanganan prasasti Desa Keuangan Syariah Kualu Nenas, oleh Wagubri Edy Natar, di halaman SMK Cendikia Global Kampar, Kamis lalu. Foto Humas Pemprov Riau

KAMPAR - Desa Keuangan Syariah Kualu Nenas Kabupaten Kampar, secara resmi telah diluncurkan oleh Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edy Natar Nasution.
 
Peresmian Desa Keuangan Syariah Kualu Nenas ini merupakan desa keuangan syariah yang pertama kali dibentuk oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Riau, Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar, dan beberapa bank mitra syariah di Riau.
 
Peresmian ini berlangsung di lapangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Cendikia Global, Desa Kualu Nenas, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Kamis 19 Desember 2019 lalu.
 
Ketua OJK Riau sekaligus penyelenggara kegiatan, Yusri, menjelaskan bahwa dipilihnya Desa Kualu Nenas sebagai pilot projek pengembangan desa syariah didasari pada potensi desa tersebut dalam pengembangan buah dan bibit nanas.
 
Ia mengungkapkan, karena potensi Desa Kualu Nenas sangat besar, untuk itu perlu pengembangan pengelolaan keuangan yang berbasis syariah, sehingga tidak memberatkan para petani dalam sistem keuangan.
 
"Ini awal pengembangan ekonomi syariah di Riau, untuk mengembangkan ekonomi syariah di Riau. Kita akan hijrah dari bank konvensional ke syariah," katanya, dilansir media center riau.
 
Yusri menyebutkan bahwa lahirnya program ini sebagai salah satu upaya membangun ekonomi umat melalui syariah, sehingga tidak ada lagi petani atau masyarakat yang bangkrut karena terjebak rentenir.
 
Ia berharap, program terus berlanjut sehingga mampu meningkatkan ekonomi masyarakat yang ada di Kampar dan Riau secara keseluruhan.
 
"Kita butuh komitmen bersama membangun masyarakat, mari menopang dalam menumbuh kembangkan ekonomi di pedesaan," tutupnya. (mcr/red)
Akses JurnalMadani.com Via Mobile m.JurnalMadani.com