Butuh Nyali untuk Melintasi Jembatan Langit Langkawi

Dibaca: 200 kali  Minggu,05 Januari 2020 | 09:20:00 WIB

Butuh Nyali untuk Melintasi Jembatan Langit Langkawi
Ket Foto : Pengunjung bisa menuntaskan Langkawi Skybridge dalam 1-3 jam, bergantung kebugaran. Foto Flickr.com

MALAYSIA - Destinasi wisata alam di Langkawi menjadi salah satu destinasi wisata utama Malaysia. Jembatan langit atau Langkawi Skybridge menjadi ikon pariwisata kota itu. Dengan membentuk lengkungan lebar di sekitar puncak gunung berhutan, Jembatan Langit Langkawi di Malaysia menjadi prestasi teknik yang mengesankan.
 
Dilansir tempo, jembatan itu bangun pada tahun 2005, jembatan baja untuk titian pejalan kaki yang memungkinkan pengunjung berjalan-jalan, melintasi hutan lebat di punggung Gunung Mat Chinchang. Setelah naik trem menuju kaki jembatan, wisatawan bisa segera menapak untuk melintasi hutan di tiga puncak gunung.
 
Jalur ini berdiri di ketinggian 600 meter di atas permukaan laut (Mdpl), disangga oleh tiang besar tunggal dengan kabel baja tebal menahan badan jembatan.
 
Saat pembangunannya, potongan-potongan jembatan diangkat ke gunung dengan menggunakan helikopter dan dibangun di ketinggian. Ini terlihat futuristik sekaligus "menakutkan". Perpaduan angin dan ketinggian membuat wisatawan was-was.
 
Setelah dibuka selama beberapa tahun, ditutup pada 2012 untuk renovasi dan perbaikan. Sebagian dibuka kembali pada Februari 2015 dan sekarang dapat diakses sepenuhnya.
 
Dari jembatan itu, pejalan kaki dapat menuju ke air terjun Seven Wells di dekatnya dan mendaki ke puncak Gunung Mat Chinchang. Ini adalah perjalanan yang sulit – sesuai kebugaran wisatawan – untuk menyelesaikan seluruh rute Langkawi Skybridge selama 1-3 jam jalan kaki.
 
Jarak jembatan ini dari Pulau Cenang dan Kuah – destinasi wisata pantai populer di Langkawi -- sekitar 10 kilometer, dan tidak ada angkutan umum. Jadi, Anda perlu menyewa skuter, mobil, atau naik taksi. (red)
Akses JurnalMadani.com Via Mobile m.JurnalMadani.com