Kader PAN Baku Hantam dan Saling Lempar Kursi di Kongres V Kendari

Dibaca: 415 kali  Selasa,11 Februari 2020 | 06:51:00 WIB

Kader PAN Baku Hantam dan Saling Lempar Kursi di Kongres V Kendari
Ket Foto : Screenshot video brutal Kerusuhan di Kongres V PAN yang tersebar luas di media sosial, Kursi-kursi Melayang

KENDARI – Kongres V Partai Amanat Nasional di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara berakhir rusuh. Bentrokan terjadi antar sesama peserta yang hadir.
 
Bentrokan pecah jelang pemilihan calon Ketua Umum PAN, Selasa 11 Februari 2020. Peserta tak cuma baku pukul tapi juga saling serang dengan berbagai benda tumpul. Dampaknya banyak kader partai berlambang matahari terbit itu bermandikan darah.
 
Salah satu calon Ketua Umum PAN, Mulfachri Harahap menuturkan, kongres mulai memanas setelah terjadi masalah registrasi kepesertaan kongres.
 
"Ini kan soal kepesertaan, lagi-lagi sejak kemarin saya bilang bahwa SC (Steering Committee) harus menyelesaikan dulu persoalan-persoalan yang menyangkut masalah kepesertaan. Kita tahu bahwa ada sejumlah daerah, ada sejumlah pemilik suara yang masih diperdebatkan status kepesertaannya. Ini saya sampaikan kemarin. Kalau ini tidak diselesaikan sejak awal, ini potensi untuk menjadi masalah," kata Mulfachri.
 
Tak cuma saling pukul, peserta juga saling hujat dan maki dengan perkataan kotor. Petugas Kepolisian terpaksa harus turun tangan untuk menghentikan bentrokan.
 
Suasana di dalam ruangan kongres sangat mencekam, peserta berlarian menyelamatkan dari bentrokan. Sejumlah peserta yang luka-luka dievakuasi ke ruangan lain yang aman untuk mendapatkan penanganan medis.
 
Menurut Mulfachri, registrasi peserta telah ditetapkan mulai Senin pukul 09.00 WITA sampai 12.00 WITA. Tapi banyak peserta yang tak memenuhi syarat hingga panitia memutuskan untuk menggelar rapat guna mencari solusi.
 
"Ada berbagai macam persoalan yang diputuskan dalam rapat itu. Di antaranya soal dibukanya kembali, tapi dengan kesepakatan bahwa soal-soal yang menyangkut perdebatan, soal kepesertaan juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keputusan SC yang khusus membicarakan soal dibukanya kembali pendaftaran untuk peserta kongres," ujar Mulfachri, dilansir viva.co.id.
 
Tak cuma menyebabkan banyak peserta terluka. Tapi, bentrokan mengakibatkan pintu-pintu ruang rapat di salah satu hotel itu mengalami kerusakan. (red)
Akses JurnalMadani.com Via Mobile m.JurnalMadani.com