Doa'a syukuran Turun sawah

Masyarakat Kampung Kemuning Muda Usulkan Penggalian Ulang Parit dan Penambahan Air.

Dibaca: 80 kali  Rabu,03 Maret 2021 | 09:28:00 WIB

Masyarakat Kampung Kemuning Muda Usulkan Penggalian Ulang Parit dan Penambahan Air.
Ket Foto :

SIAK-Masyarakat usulkan penggalian ulang parit dan penambahan air untuk memenuhi kebutuhan penanaman padi. Sawah Kelompok tani jaya kemuning Muda kec Bungaraya. Selasa 02 Maret 2021.
 
Memasuki masa cocok tanam petani kampung kemuning muda resah musim kemarau  membuat petani sulit melakukan penanaman padi, apabila tidak ada penanganan lebih lanjut melihat jumlah air yang tersedia tidak bisa memenuhi kebutuhan petani proses penanaman akan terhambat. 
 
Mujiran Penghulu kampung kemuning muda, syukur Alhamdulillah kita dapat kembali melakukan syukuran do'a bersama turun sawah, harapan kita tentunya semoga prosesi penanaman padi akan berjalan lancar. Namun dari pada itu saya sedikit menyampaikan apa yang menjadi kendala utama petani saat ini yaitu tentang peraiaran melihat jumlah air yang tersedia di perkirakan tidak mencukupi aeral persawahan, kepada pengelola dan pemerintah kami berharap ada penanganan lebih lanjut agar petani bisa meneruskan proses penanaman padi.
 
Kabid pertanian kab Siak menghimbau ke pada PPL untuk memperhatikan apa saja yang menjadi kendala para petani, usulkan kepada kami melalui proposal dengan cara lengkapi data persaratan insyaallah akan kami prioritaskan. Nanti proposal itu akan kami teruskan melalui E-Proposal supaya tidak hanya di kabupaten saja, E-Proposal langsung ke Bapernas, di samping itu juga akan kita trobos melalui jalur lain. 
 
Suarno kasi kec Bungaraya mengatakan untuk wilayah kec Bungaraya ada 10 KM normalisasi perairan sungai yang akan di alihkan ke Desa seluruh kecamatan Bungaraya untuk Desa kemuning muda sekitar 1.5 KM normalisasi perairan.
 
Rojikin salah satu petani dan juga tokoh pemuda melihat kebutuhan petani bersifat mendesak kepada pengelola dan pemerintah untuk menyediakan alternatif lain supaya petani tidak kebingungan untuk menangani masalah yang ada. tidak hanya itu persoalan pupuk dan juga harga obat yang cenderung naik sehingga membuat petani kewalahan. 
 
Selain itu melihat semangat pemuda untuk bertani di sini sangat tinggi saya lihat dari sektor pertanian yang di gerakan oleh anak muda Hasilnya lebih bagus di samping mereka menguasai teknologi belajar di youtube dan lain sebagainya mereka cepat memahami bahkan anak muda ini lah yang lebih tau cara penanganan hama seperti apa campuran obat dan kadar-kadarnya, ini tentunya harus kita bina supaya pengetahuan dan semanagat anak muda ini semakin tinggi karna mereka yang nanti nya akan menjadi penerus kita di sektor pertanian sehingga kita tidak kekurangan kader-kader petani.(Hendra)
Akses JurnalMadani.com Via Mobile m.JurnalMadani.com