Himaprobio Ingin Kembalikan Fungsi Hutan Melalui Pekan Penghijauan

Dibaca: 1618 kali  Rabu,18 April 2018 | 03:18:00 WIB

Himaprobio Ingin Kembalikan Fungsi Hutan Melalui Pekan Penghijauan
Ket Foto : Kegiatan penghijauan Himaprobio tahun lalu

PEKANBARU – Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi (Himaprobio) Universitas Riau akan mengadakan Pekan Penghijauan ke-XXX pada tanggal 27-29 April 2018.

Pekan Penghiauan merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan oleh Civitas Akademi Pedidikan Biologi Universitas Riau dan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat di sekitar dalam bentuk reboisasi (penanaman kembali).

Kegiatan yang bertujuan untuk mengembalikasi fungsi hutan ini ditaja langsung oleh Divisi Lingkungan Hidup HIMA PROBIO yang diketuai oleh Fachrul Gunawan, dipimpin oleh Bupati Mahasiswa, Ahmad Syahwanda. Tidak hanya Mahasiswa aktif saja yang ikut terlibat dalam acara ini, dosen-dosen serta alumni juga turut andil didalamnya.

Tahun lalu, Desa Koto Tuo, Kecamatan XIII Koto Kampar dijadikan lokasi penenaman bibit buah dan sukses dilaksanakan. Untuk tahun ini Desa Teluk Meranti, Kecamatan Teluk Meranti dipilih sebagai lokasi penanaman Pekan Penghijauan ke-XXX, dengan tema "Pekan Penghijauan Sebagai Wujud Nyata Peduli Lingkungan untuk Terciptanya Keasrian dan Fungsi Alam".

"Selain sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat di sekitar, Pekan Penghijauan juga membantu melaksanakan program pemerintah sebagai upaya mengembalikan tatanan ekosistem hutan dalam bentuk reboisasi terutama di daerah Riau. Karena kita ketahui keadaan daerah Riau saat ini sangat memprihatikan," ujar Fachrul Gunawan selaku Ketua Pekan Pengihijauan XXX.

Selain melakukan penanaman 1000 bibit pohon, acara yang diselenggarakan selama tiga hari berturut-turut ini menyajikan serangkaian acara lain, seperti Sosialisasi kegiatan PKK, Workshop Pendidikan, PP Goes to School, serta pertandingan persahabatan dengan pemuda-pemuda desa sekitar.

Ahmad Syahwanda selaku Bupati Himaprobio katakan, kegiatan Pekan Penghijauan telah diwariskan dan tetap diselenggarakan terhitung sejak tahun 1988.

"Saya berharap, di luar kegiatan Pekan Penghijauan ini mahasiswa yang merupakan agen perubahan dapat menjaga keasrian lingkungan," ujarnya.

Menurut Elpon selaku mahasiswa aktif pendidikan Biologi UR, Riau adalah Provinsi yang memiliki lahan hutan yang luas namun minim akan gerakan reboisasi yang dilakukan masyarakat.

"Semoga dengan Pekan Penghijauan ke-30 ini kita dapat menyelamatkan bumi dari pemanasan global," harapnya. (nisa)

Akses JurnalMadani.com Via Mobile m.JurnalMadani.com