Jangan Main Api! Kapolsek Rangsang Barat Ingatkan Jemaah Maulid Bahaya Karhutla

Kamis, 10 September 2026 | 15:01:18 WIB

JURNALMADANI — Pesan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) diselipkan jajaran Polsek Rangsang Barat di tengah suasana religius peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Lemang, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (10/9/2026).

Tak hanya menghadiri kegiatan keagamaan, polisi memanfaatkan momentum tersebut untuk mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

Imbauan itu disampaikan langsung Kapolsek Rangsang Barat IPDA Sukardi, S.I.P., kepada jemaah Mushola Nurul Huda, Dusun Peranggas, Desa Lemang, sekitar pukul 09.00 WIB.

 

Di hadapan masyarakat, personel Polsek Rangsang Barat menekankan bahwa api yang digunakan untuk membuka atau membersihkan lahan dapat dengan cepat berubah menjadi ancaman serius ketika merambat ke area lain.

Terlebih, kondisi cuaca panas dan tiupan angin dapat membuat api sulit dikendalikan. Dampaknya bukan hanya merusak lahan dan lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan asap, mengganggu aktivitas masyarakat hingga menyebabkan kerugian yang lebih luas.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., melalui Kapolsek Rangsang Barat IPDA Sukardi, menegaskan bahwa perang terhadap Karhutla tidak bisa hanya mengandalkan petugas di lapangan.

“Upaya pencegahan Karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan kesadaran dan kepedulian bersama. Masyarakat diharapkan tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar,” tegas Sukardi.

 

Menurutnya, pencegahan jauh lebih penting daripada menunggu api membesar. Karena itu, kepolisian terus mendorong masyarakat menjadi bagian dari upaya deteksi dan pencegahan dini Karhutla.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan aktivitas pembakaran lahan atau titik api yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran.

Polsek Rangsang Barat berharap pesan tersebut tidak berhenti di lokasi kegiatan, tetapi diteruskan kepada keluarga, tetangga dan masyarakat lainnya. Kesadaran bersama dinilai menjadi kunci untuk mencegah Karhutla sejak dari tingkat desa.

 

Kegiatan penyampaian imbauan berlangsung aman dan kondusif. Jemaah serta masyarakat yang hadir memberikan respons positif terhadap langkah kepolisian dalam memperkuat pencegahan Karhutla di wilayah Rangsang Barat. (*)

Terkini