JURNALMADANI - Sejarah kelam perburuan gajah sumatera kembali menghantui Riau setelah seekor gajah jantan berusia 40 tahun ditemukan mati mengenaskan di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau.
Penemuan pada awal Februari 2026 ini mengejutkan publik karena kondisi bangkai yang ditemukan dalam posisi duduk tanpa kepala dan kedua gadingnya telah raib.
Pola ini mengindikasikan aksi brutal pemburu profesional yang hanya mengincar nilai ekonomi dari bagian tubuh satwa dilindungi tersebut.
Penyelidikan kepolisian selama dua pekan terakhir mengungkap fakta medis memilukan melalui uji laboratorium forensik terhadap bangkai gajah tersebut. Tim menemukan dua proyektil logam yang bersarang di bagian dahi satwa, yang dikonfirmasi berasal dari senjata api rakitan.
Temuan ini menjadi bukti kuat bahwa gajah tersebut dieksekusi dengan cara ditembak dari jarak dekat sebelum akhirnya dipenggal untuk diambil gadingnya secara paksa.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes M Hasyim Risahondua, menyatakan bahwa pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami kasus ini. Saksi-saksi tersebut terdiri dari personel keamanan perusahaan, karyawan, hingga anggota Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) setempat.
"Masih penyelidikan," ujar Hasyim Selasa (17/2/2026).
Hasyim mengatakan berdasarkan hasil labfor, proyektil yang ditemukan di bagian dahi gajah ternyata bersumber dari senjata api rakitan. Hasyim mengaku masih mendalami siapa yang melakukannya.
Hasyim tak ingin berspekulasi lebih jauh terkait kepemilikan senjata api rakitan itu. "Belum tahu punya siapa, petugas masih di lapangan memeriksa saksi," kata Hasyim.
Namun, meski patroli sekuriti sempat menangkap visual orang mencurigakan di sekitar Estate Ukui, polisi mengaku masih kesulitan menemukan bukti kuat yang mengarah pada identitas pasti sang eksekutor.
Upaya mengungkap pelaku di balik kematian gajah terbaru di Pelalawan menjadi peringatan keras bahwa jaringan pemburu di Riau masih sangat aktif dan terorganisir. Tanpa tindakan tegas dan pengejaran hingga ke tingkat pemodal, masa depan gajah sumatera akan terus berada di bawah ancaman moncong senapan rakitan.
Kini, publik menanti apakah polisi mampu memutus mata rantai perburuan ini atau justru daftar panjang "kematian tanpa kepala" akan terus bertambah. (mcr)