BPJS Ketenagakerjaan dan Pemkab Meranti Perkuat Kolaborasi Lewat FGD Universal Coverage Jamsostek

Rabu, 15 April 2026 | 13:27:32 WIB

JURNALMADANI – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama BPJS Ketenagakerjaan terus mendorong peningkatan perlindungan bagi pekerja melalui program Universal Coverage Jamsostek (UCJ). Hal ini dibahas dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Monitoring dan Evaluasi UCJ serta Pekerja Rentan yang digelar di Gedung Kuning Kantor Bupati, Rabu (15/4/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten III Setdakab Kepulauan Meranti M. Mahdi yang mewakili Bupati AKBP (Purn) H. Asmar, serta sejumlah pejabat daerah, di antaranya Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Inspektur Daerah, Kepala Dinas PMD, Kepala BPKAD, hingga perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Dumai.

 

Dalam pemaparannya, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Dumai, Fadly Maulana, mengungkapkan bahwa cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kepulauan Meranti masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan total potensi tenaga kerja.

“Total potensi pekerja di Kepulauan Meranti mencapai sekitar 93 ribu orang, namun yang sudah aktif menjadi peserta baru sekitar 29 ribu,” ujarnya.

 

Ia merinci, pada sektor pekerja penerima upah terdapat sekitar 35 ribu potensi peserta, namun yang aktif baru sekitar 15 ribu orang atau sekitar 47 persen. Sementara pada sektor bukan penerima upah, dari potensi 53 ribu pekerja, baru sekitar 13 ribu yang terdaftar atau sekitar 25 persen.

Adapun pada sektor jasa konstruksi, tingkat kepesertaan jauh lebih rendah. Dari potensi sekitar 7 ribu pekerja, baru sekitar 300 hingga 400 orang yang terdaftar, atau hanya sekitar 4 persen.

“Ini menjadi tantangan bersama. Kami berharap OPD terkait dapat menindaklanjuti, termasuk mendorong kontraktor untuk mendaftarkan pekerjanya dalam program BPJS Ketenagakerjaan,” tambah Fadly.

 

Sementara itu, Asisten III Setdakab Kepulauan Meranti, M. Mahdi, menegaskan bahwa FGD ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan.

Menurutnya, melalui forum ini, berbagai pihak dapat mengidentifikasi kesenjangan, merumuskan solusi, serta mempercepat pencapaian Universal Coverage Jamsostek.

“FGD ini menjadi strategi kolaboratif yang efektif dalam monitoring dan evaluasi. Kita ingin memastikan seluruh pekerja, baik formal maupun informal, mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujarnya.

 

Mahdi juga menyampaikan apresiasi kepada BPJS Ketenagakerjaan Cabang Dumai atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai, perlindungan terhadap pekerja, khususnya pekerja rentan, merupakan hal yang sangat penting dan strategis.

Ia mengajak seluruh peserta FGD untuk aktif berpartisipasi dan memberikan masukan konstruktif agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar tepat sasaran.

“Gunakan forum ini untuk berbagi pengalaman di lapangan, sehingga rekomendasi yang dihasilkan mampu menjawab persoalan nyata dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tuturnya.

Pemkab Kepulauan Meranti berharap, melalui kegiatan ini, akan lahir rekomendasi yang implementatif guna meningkatkan cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, sekaligus memperkuat perlindungan sosial bagi seluruh pekerja di daerah tersebut. (rls)

Terkini