JURNALMADANI - Pemanfaatan hasil riset dan inovasi perguruan tinggi terus didorong agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kolaborasi antara dunia pendidikan dan pemerintah dinilai menjadi langkah strategis dalam mempercepat pembangunan, khususnya di sektor kemaritiman yang menjadi satu diantara kekuatan Provinsi Riau.
Direktur Politeknik Negeri Bengkalis, Johny Custer, mengatakan pihak kampus tidak hanya fokus pada pendidikan tetapi juga menghasilkan produk yang memiliki nilai guna bagi sektor perikanan dan kemaritiman. Ia memaparkan, keberhasilan itu seperti memproduksi kapal nelayan dengan berbagai ukuran Gross Tonnage (GT).
"Kami juga ingin menyampaikan, bahwa kampus Polbeng telah berhasil membuat kapal nelayan. Mulai dari ukuran kapal 1 GT, 3 GT, dan 5 GT," katanya di Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Rabu (01/07/2026).
Ia menjelaskan, seluruh proses pembuatan kapal dilakukan dengan melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik. Produksi kapal tersebut terus berjalan dan telah memberikan pengalaman industri yang nyata bagi para mahasiswa.
"Sampai saat ini, dalam setahun bisa lima unit kapal nelayan yang kami produksi. Alhamdulillah itu semua hasil dari mahasiswa kita," jelasnya.
Diungkapkan, kapal nelayan berukuran 3 GT menjadi produk yang paling banyak diminati masyarakat. Selain memiliki kapasitas yang sesuai dengan kebutuhan nelayan, kapal tersebut juga mampu menampung hasil tangkapan dalam jumlah yang cukup besar.
"Yang paling banyak dipesan itu kapal nelayan 3 GT, karena volume tonase penyimpanannya bisa sekitar 3 ton untuk menyimpan ikan. Sebagai CSR kepada masyarakat, kami juga membagikan kapal nelayan 1 GT secara gratis," ungkapnya.
Selain menghasilkan inovasi, Polbeng juga terus memperkuat daya saing lulusan melalui kerja sama dengan dunia industri. Upaya tersebut membuka peluang kerja yang lebih luas bagi mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan.
"Kami juga mendorong mahasiswa ini untuk terus mengembangkan karirnya. Bahkan, ada beberapa mahasiswa Polbeng yang baru selesai melakukan magang telah ditarik untuk langsung bekerja," lanjutnya.
Menanggapi hal tersebut, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto memberikan apresiasi atas keberhasilan Polbeng dalam menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Menurutnya, hasil karya mahasiswa seperti kapal nelayan harus mendapatkan dukungan agar dapat dimanfaatkan lebih luas di seluruh daerah di Provinsi Riau.
"Nah hal-hal seperti inilah yang perlu kita dorong bersama, saya sangat apresiasi hasil karya Politeknik Negeri Bengkalis. Kalau bisa nanti seluruh pemerintah kabupaten/kota di Riau ini tak perlu lagi payah mencari kapal nelayan ke mana membelinya, bisa diarahkan ke Polbeng," tutur Plt Gubri SF Hariyanto.
Ia menambahkan, produksi kapal nelayan karya mahasiswa juga sejalan dengan arah pembangunan nasional, khususnya melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang digagas Presiden Prabowo. Karena itu, hasil riset perguruan tinggi diharapkan dapat menjadi solusi nyata dalam mendukung kesejahteraan nelayan sekaligus memperkuat kemandirian maritim Indonesia.
"Apalagi sekarang sudah ada program bagus dari Bapak Presiden Prabowo seperti Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), pasti hasil riset atau kapal yang dibuat mahasiswa bisa dipergunakan," pungkasnya. (mcr)