JURNALMADANI — Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, meninjau penyaluran bantuan pangan komoditas beras di Kantor Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Kamis (17/9/2026). Kunjungan kerja tersebut bertujuan untuk memastikan pendistribusian beras produksi petani lokal kepada masyarakat penerima manfaat berjalan secara optimal.
Menteri Pertanian hadir didampingi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, serta Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo. Kegiatan ini merupakan bagian dari program bantuan pangan nasional yang diinstruksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia.

"Ini adalah bentuk kepedulian dari Presiden kita. Bagaimana masyarakat dapat menerima bantuan pangan. Dan Alhamdulillah, kalau dulu beras kita harus didatangkan dari luar negeri, sekarang beras kita merupakan beras produksi petani lokal," kata Amran Sulaiman, Kamis (17/9/2026).
Menteri Pertanian memaparkan bahwa program bantuan pangan ini menyasar 33,4 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia, dengan 619 ribu orang di antaranya berada di Provinsi Riau. Khusus di Kecamatan Marpoyan Damai, tercatat ada 60.478 penerima manfaat dengan total beras yang disalurkan mencapai 1.814 ton.
"Jadi, tiap penerima manfaat menerima 30 kilogram. Ini alokasi periode Juli, Agustus dan September," ujar Amran Sulaiman.

Selain memantau penyaluran beras, Menteri Pertanian memberikan apresiasi terhadap sinergi lintas instansi di Provinsi Riau dalam mendukung sektor pertanian. Koordinasi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dinilai sangat krusial untuk menjaga ketahanan pangan wilayah.
"Kami mengapresiasi Pak Gubernur, Pangdam dan Kapolda karena sudah kompak dan luar biasa. Riau ini luar biasa kompak Forkopimdanya," tutur Amran Sulaiman.
Guna mendukung percepatan masa tanam di Provinsi Riau, Kementerian Pertanian juga menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta benih. Pemerintah pusat berkomitmen memperkuat kapasitas produksi pangan daerah melalui penyediaan sarana dan prasarana pendukung pertanian.
"Kami berikan juga bibit untuk ditanam pada 10 ribu hektare lahan. Kemudian kami beri bantuan 3 traktor, tapi harus ditanam sampai September," tegas Mentan Amran Sulaiman. (mcr)