Pakem Rias Pengantin Adat Melayu Riau Tak Boleh Ditinggalkan

Rabu, 26 November 2025 | 19:52:41 WIB

JURNALMADANI - Pelestarian budaya Melayu terus digelorakan melalui Make Up Class D’Fligantin Rias Pengantin Adat Melayu Riau yang dibuka langsung Ketua Umum BKOW Provinsi Riau, Adrias Hariyanto. Acara digelar di Aula Gedung Dharma Wanita Provinsi Riau, Rabu (26/11/2025).

Rias pengantin adat Melayu Riau, lanjutnya. Memiliki pakem khusus yang harus dipahami dan dilestarikan. 

Menurutnya, meski semua orang bisa merias wajah, tidak semua memahami nilai dan aturan dalam rias adat Melayu Riau yang asli.

“Ini merupakan salah satu budaya kita yang wajib diketahui dan dikenal masyarakat Riau. Merias wajah memang bisa dilakukan siapa saja, tetapi tidak semua orang memahami pakem rias Melayu Riau yang asli, dan itu tidak boleh ditinggalkan,” ujarnya.

 

Adrias juga mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama melestarikan budaya Melayu Riau agar tidak luntur dan terkikis oleh perkembangan zaman.

“Atas nama BKOW Riau, saya menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Harpi Melati yang terus berkomitmen melestarikan budaya rias pengantin Melayu," katanya. 

Di tengah pesatnya tren rias modern, upaya ini sangat penting untuk memastikan identitas kemelayuan kita tetap terjaga, dikenal, dan diwariskan kepada generasi muda.

Ia menambahkan, rias pengantin adat Melayu bukan sekadar tentang kecantikan semata, tetapi juga mengandung simbol adat, martabat, nilai luhur, serta khazanah budaya yang bermakna mendalam.

“Setiap sapuan bedak, setiap tata sanggul, hingga setiap aksesori yang dikenakan, semuanya membawa pesan tentang jati diri kita sebagai orang Melayu Riau,” ucapnya.

Melalui pelatihan ini, Adrias berharap para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknik rias, tetapi juga memahami filosofi serta pakem budaya yang harus dijaga sebagai bagian dari penguatan jati diri daerah.

Kepada seluruh peserta, Adrias berpesan agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh serta menjadikan kegiatan ini sebagai sarana belajar, berbagi pengalaman, dan membangun jejaring profesional.

“Semoga apa yang dipelajari hari ini dapat memberikan manfaat bagi pengembangan keterampilan, karier, serta kompetensi saudara-saudara sekalian,” pungkasnya. (mcr)

Terkini