Kades di Sragen Protes Jalan Kabupaten Rusak, Nekat Mandi Lumpur Pakai Seragam Dinas

Rabu, 21 Januari 2026 | 23:24:00 WIB
Kades di Sragen mandi lumpur (Foto: dok. Kades Ngepringan, Sragen)

JURNALMADANI - Kepala Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar, Sragen, Sunarso, melakukan aksi nekat di jalan desa yang rusak parah. Masih mengenakan pakaian dinas lengkap, ia berhenti dan mandi di kubangan air berlumpur yang dilalui, Rabu (21/1).

Aksi tersebut terekam kamera telepon genggam warga yang melintas dan viral di sejumlah akun media sosial.

Dalam video berdurasi 27 detik itu ia nampak membasuh kedua lengannya dan membasahi seluruh tubuhnya sebelum berdiri.

Saat dikonfirmasi, Sunarso membenarkan bahwa orang dalam video tersebut adalah dirinya. Dia melakukan aksi tersebut pada hari Selasa 20 Januari 2026 pagi saat hendak berangkat kerja di jalan Mlale-Ngepringan.

"Itu kemarin pagi, saya mau berangkat kerja," katanya.

Tidak Merencanakan Aksi

Sunarso mengaku tidak merencanakan aksi tersebut. Kejadian bermula saat dirinya terperosok ke jalan yang berlubang.

"Sebenarnya saya tidak sengaja protes, tapi ini tadi mau berangkat kerja malah kepleset di situ. Malah adus (mandi) sekalian gebyur sisan, tidak ada rencana mas sepintas sekalian," tukasnya.

Lanjut dia, jalan Mlale-Ngepringan tersebut sudah rusak sejak lama. Namun hingga saat ini belum mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Sragen.

"Sudah bertahun-tahun (rusak) malah ada tulisan jalan ini dalam proses lelang. Artinya kan siap dibangun tahun 2025, tapi sampai 2026 tidak ada pembangunan," ungkapnya.?

Jalan yang Rusak

Dikatakannya, jalan yang rusak sepanjang 6 kilometer merupakan aset DPU Kabupaten Sragen. Terakhir perbaikan jalan tersebut sekitar 24 tahun lalu.

"Kerusakan itu sejak 2019, sudah banyak yang kecelakaan. Anak sekolah jatuh, ekonomi lumpuh nggak ada titik terang. Kalau pembangunan terakhir jalan DPU itu 24 tahun lalu diaspal, sekarang sudah habis," katanya.

Camat Jenar David Supriyadi saat dikonfirmasi mengatakan, jalan Mlale-Ngepringan sepanjang 7 kilometer sudah lama rusak. Jalan yang menjadi akses vital pelajar dan masyarakat merupakan aset Pemkab Sragen.

"Itu jalan DPU jalan kabupaten. Itu akses anak sekolah, jadi kalau hujan banyak anak sekolah kepleset, lokasinya dekat SMPN 2," terang David.?

Segera Diperbaiki

Ia berharap dengan viralnya video tersebut jalan akses vital tersebut segera diperbaiki.

David mengakui sudah beberapa kali mengecek kerusakan jalan Ngepringan. Perihal tahun ini apakah dianggarkan perbaikan lagi apa tidak pihaknya belum mengetahui.

"Saya nggak tahu, mungkin DPU yang tahu untuk anggaran itu. Dicek ya wes mesti. Karena ya setiap muncul anggaran kalah, dulu kan pernah kena refocussing hilang, ini ada program MBG hilang lagi," keluhnya.

Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum DPU Sragen Aribowo Sulistyono mengaku sedang melakukan survei ke lokasi. (*)

Terkini