JURNALMADANI - Presiden Prabowo Subianto mengakui masih terdapat unsur pimpinan dan pejabat yang mengecewakan dari sisi tanggung jawab kepada bangsa dan negara.
"Masih ada di unsur-unsur pimpinan tertentu yang mengecewakan dari segi tanggung jawab kepada bangsa dan negara," ujar Prabowo saat meresmikan secara virtual 218 jembatan di berbagai daerah, dilihat dari YouTube Sekretariat Presiden di Jakarta, Senin sore.
Prabowo menilai bangsa Indonesia masih menghadapi berbagai kendala, kesulitan, dan kekurangan. Menurutnya, sejumlah kekurangan tersebut berkaitan dengan kinerja para pejabat, birokrat, maupun petugas di lapangan.
Di satu sisi, terdapat banyak petugas yang bekerja dengan sangat baik, namun di sisi lain masih ada unsur pimpinan tertentu yang dinilai belum memenuhi tanggung jawabnya kepada negara.
Presiden menyatakan kondisi tersebut perlu diakui secara terbuka, dan tidak melulu menyampaikan hal-hal yang baik saja.
Menurutnya, pengakuan atas berbagai kekurangan diperlukan agar pemerintah dapat memahami tantangan yang dihadapi.
"Ini harus kita akui. Janganlah kita selalu bicara yang baik-baik, yang manis-manis. Saya ingin menyampaikan ini karena kita sadar dan mengerti bahwa dunia kita sekarang penuh dengan dinamika yang berbahaya," katanya.
Lebih lanjut Prabowo juga menyinggung situasi dunia yang saat ini dinilainya penuh dinamika dan risiko, dengan berbagai konflik yang terjadi di sejumlah kawasan.
Kepala Negara menyebut perang besar sempat terjadi di Eropa, khususnya di Ukraina, dan kini ketegangan juga meluas di kawasan Timur Tengah.
Prabowo menilai meski Indonesia secara geografis berada jauh dari kawasan konflik tersebut, perkembangan yang terjadi di satu wilayah dapat memengaruhi kawasan lain karena dunia saat ini semakin saling terhubung.
"Walaupun kita berada secara geografis jauh dari tempat itu, tapi bumi kita sudah menjadi sesungguhnya kecil. Apa yang terjadi di satu kawasan akan mempengaruhi kawasan-kawasan lain," kata Presiden. (*)

.jpg)