Kisah Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 21:14:04 WIB
Ayatollah Mojtaba Khamenei dan Zahra Haddad Adel istrinya. Zahra gugur bersama Ali Khamenei dan keluarga lainnya pada hari pertama serangan agresi Israel-Amerika Serikat 28 Februari 2026.

JURNALMADANI Ayatollah Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran yang baru terpilih, dikenal sebagai sosok misterius oleh banyak media internasional.

Sebab, Mojtaba tidak pernah muncul dalam pemberitaan dan memilih bekerja di balik layar semasa sang ayah, Ayatollah Ali Khamenei, masih hidup.

Namun, baru-baru ini, setelah Mojtaba terpilih sebagai Ayatollah baru menggantikan ayahnya yang gugur pada hari pertama serangan agresi Israel - Amerika Serikat, media-media Iran mengungkap sekelumit cerita tentangnya.

Salah satunya adalah bagaimana Motjaba menikahi Zahra Haddad-Adel tahun 2004 lalu. Zahra sendiri, gugur bersama Ali Khamenei pada 28 Februari 2026.

"Siapa yang mau menikahi pemuda miskin?"

Dikutip dari banyak saluran media sosial Iran, Sabtu (14/3/2026), disebutkan dalam sebuah pertemuan resmi, setelah agenda kenegaraan usai, Imam Ali Khamenei melontarkan pertanyaan yang seketika mengubah atmosfer ruangan.

"Adakah di antara kalian yang bersedia menikahkan putrinya dengan seorang pemuda miskin?” tanya Ali Khamenei.

Pertanyaan itu membuat suasana sejenak kaku. Bagi para pejabat yang hadir, permintaan ini terdengar janggal di tengah budaya politik yang biasanya mengedepankan status dan kekayaan.

Keheningan panjang menyelimuti ruangan. Hampir semua yang hadir memilih diam, seolah-olah kursi yang mereka duduki tiba-tiba menjadi jauh lebih menarik untuk diperhatikan daripada menjawab tawaran tersebut.

Namun, di tengah kebuntuan itu, politisi senior sekaligus mantan Ketua Parlemen Iran, Gholam Ali Haddad-Adel, menjadi satu-satunya yang angkat suara.

"Aku mempunyai putri. Tapi aku ingin tahu lebih dulu, bagaimana pemuda miskin ini," kata Gholam Ali Haddad-Adel.

Sayyid Ali Khamenei tetap merahasiakan identitas pemuda itu di awal.

"Pemuda yang ku maksud adalah orang miskin, tidak punya kekayaan. Hidupnya sederhana. Tapi dia dikenal taat beragama, berakhlak baik, dan memiliki tanggung jawab tinggi," jawab Ali Khamenei.

Bahkan, sang pemimpin tertinggi memberikan jaminan pribadi atas karakter pemuda tersebut.

Mojtaba Khamenei terpotret memegang sandalnya yang sudah butut

 

Kejutan di Balik Restu Sang Mertua

Setelah mendapatkan penjelasan tersebut, Haddad-Adel merasa yakin dan menyatakan persetujuannya.

Sesuai tradisi, bacaan Shalawat dan Fatihah pun mengiringi kesepakatan awal tersebut. Barulah setelah acara seusai, rasa penasaran Haddad-Adel memuncak dan ia kembali bertanya mengenai jati diri calon menantunya.

"Siapakah pemuda itu?"

Ali Khamenei menjawab, "Motjaba Khamenei."

Para pejabat yang sebelumnya memilih diam dilaporkan merasa sangat menyesal. Situasi ini diibaratkan seperti seseorang yang menolak tawaran membeli tanah dengan harga murah, lalu baru menyadari bahwa tanah tersebut berada di pusat kota dengan nilai investasi miliaran rupiah setelah kesempatan itu hilang.

Mojtaba kemudian resmi mempersunting Zahra Haddad-Adel. Pernikahan ini tidak hanya mempersatukan dua insan, tetapi juga dua keluarga besar yang memiliki pengaruh intelektual serta politik yang sangat kuat di Republik Islam Iran.

Gaya Hidup di Luar Lingkaran Kekuasaan Formal

Narasi pernikahan ini sering kali digunakan oleh para pendukung pemerintah Iran untuk menunjukkan bahwa keluarga Khamenei tetap menjaga etos hidup bersahaja.

Laporan dari berbagai kalangan di Iran menyebutkan bahwa anak-anak Ali Khamenei, termasuk Mojtaba, tidak memegang jabatan resmi di pemerintahan maupun struktur militer.

Alih-alih berebut kursi kabinet, mereka lebih banyak menghabiskan waktu dalam jalur pendidikan agama dan keilmuan di kota suci Qom.

Biodata Mojtaba Khamenei

Untuk mengenal lebih dekat sosok yang sering disebut-sebut sebagai salah satu figur potensial di masa depan Iran ini, berikut adalah profil singkatnya:

Nama Lengkap: Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei

Tempat, Tanggal Lahir: Mashhad, Iran, 8 September 1969

Orang Tua: Ayatullah Ali Khamenei (Ayah) dan Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh (Ibu)

Pendidikan: Pendidikan tingkat tinggi di Madrasah Alavi, dilanjutkan dengan studi keislaman (Hawza) di Teheran dan Qom di bawah bimbingan ulama-ulama besar seperti Ayatullah Mesbah Yazdi dan Ayatullah Shahrudi.

Status Pernikahan: Menikah dengan Zahra Haddad-Adel (Putri dari Gholam Ali Haddad-Adel) pada tahun 2004.

Kisah keluarga Khamenei ini memberikan gambaran bahwa di balik struktur kekuasaan negara yang sangat besar, ada nilai-nilai personal yang coba dipertahankan.

Bagi para pendukungnya, ini adalah bukti bahwa kepemimpinan tidak harus identik dengan kemewahan, melainkan dimulai dari kepercayaan dan jaminan karakter yang kuat. (*)

Terkini