JURNALMADANI – Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, membuka Festival Lampu Colok 1447 Hijriah/2026 Masehi yang digelar di Desa Insit, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Senin (16/3/2026).
Kegiatan yang menjadi tradisi tahunan masyarakat Melayu ini berlangsung meriah dan penuh nuansa religius, serta dihadiri unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, pimpinan OPD, dan tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Muzamil menegaskan bahwa Festival Lampu Colok merupakan bagian penting dari warisan budaya Melayu yang harus terus dilestarikan. Menurutnya, tradisi ini bukan sekadar hiasan cahaya, tetapi juga simbol kebersamaan, gotong royong, dan kekompakan masyarakat.
“Festival Lampu Colok ini adalah warisan dari datuk nenek kita yang harus kita jaga dan teruskan kepada generasi berikutnya. Ini bukan hanya budaya, tetapi juga syiar agama dan identitas daerah kita,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mendorong agar festival ini ke depan dapat dikembangkan menjadi salah satu daya tarik wisata unggulan daerah. Ia mencontohkan keberhasilan Festival Perang Air yang telah masuk dalam Karisma Event Nusantara, dan berharap Festival Lampu Colok dapat menyusul.
“Kita ingin ke depan festival ini dikemas lebih baik, lebih terencana, dan lebih meriah, sehingga mampu menarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara,” tambahnya.

Festival tahun ini mengusung tema Pelita Warisan Menjaga Marwah Negeri, yang mencerminkan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya dan identitas daerah di tengah perkembangan zaman.

Selain itu, Wakil Bupati juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga keselamatan selama perayaan IdulFitri, seiring dengan dilaksanakannya Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026. Ia mengimbau masyarakat untuk tertib berlalu lintas dan mengutamakan keselamatan dalam beraktivitas. (rls)