JURNALMADANI - Sekretaris Daerah Riau, Syahrial Abdi menyebutkan, saat ini Provinsi Riau masih dihadapkan pada tantangan di bidang kesehatan dan pangan. Hal tersebut, terlihat pada dokumen RPJMD Provinsi Riau Tahun 2025-2029. Saat ini masih terdapat prevalensi gizi kurang dan stunting atau tengkes yang perlu terus ditekan, serta perlunya peningkatan ketahanan dan kualitas konsumsi pangan masyarakat.
"Tantangan ini nyata dan langsung menyentuh kehidupan masyarakat. Belum lagi, isu keamanan pangan dan penggunaan obat yang juga menjadi perhatian serius karena masih ditemukannya peredaran pangan yang tidak memenuhi standar, serta penggunaan antibiotik yang tidak tepat yang berpotensi memicu resistensi," kata Syahrial Abdi, Kamis (16/4/2026).
Dikatakan Syahrial, dalam RPJMD tersebut, Provinsi Riau telah menetapkan arah yang jelas. Yakni meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
"Hal ini diukur melalui berbagai indikator, antara lain peningkatan derajat kesehatan masyarakat, penurunan prevalensi stunting dan gizi buruk, serta penguatan ketahanan pangan dan kualitas konsumsi masyarakat," ungkapnya.
Dengan kata lain, dilanjutkan Syahrial Abdi, keberhasilan itu tidak hanya dilihat dari program yang berjalan, tetapi juga pada perubahan kondisi masyarakat yang semakin sehat dan terlindungi.
"Berangkat dari kondisi tersebut, saya ingin menegaskan beberapa arah yang perlu menjadi perhatian kita bersama. Pertama, keamanan pangan harus dibangun sebagai sistem. Kita tidak bisa lagi bekerja parsial. Pengawasan harus berjalan dari hulu hingga hilir, dan menjadi bagian dari tata kelola yang konsisten," ungkapnya.
Kemudian, pengendalian resistensi anti mikroba harus menjadi perhatian serius. Menurutnya, hal ini adalah ancaman jangka panjang. Jika tidak dikendalikan, maka efektivitas pengobatan akan menurun dan beban kesehatan akan meningkat.
"Ketiga, pemanfaatan DAK Non Fisik harus berorientasi pada hasil. Saya ingin menegaskan setiap anggaran yang kita kelola harus berujung pada perlindungan nyata bagi masyarakat. Bukan sekadar kegiatan terlaksana atau laporan selesai. Tetapi juga pengawasan semakin kuat, risiko semakin menurun, dan kepercayaan masyarakat semakin meningkat," ungkapnya.
Dikatakan Syahrial, Provinsi Riau berkomitmen dalam menciptakan masyarakat Riau mengonsumsi pangan yang aman, mendapatkan obat yang berkualitas, dan hidup dalam kondisi yang sehat dan terlindungi.
"Saya menegaskan bahwa seluruh upaya yang kita lakukan harus bermuara pada satu tujuan yang jelas, yaitu tercapainya target pembangunan daerah, khususnya dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat, penguatan ketahanan dan keamanan pangan, serta penurunan risiko penyakit di tengah masyarakat," pungkasnya. (mcr)