Setahun MBG, Pemerintah Dorong Jadi Motor Ekonomi Desa

Kamis, 16 April 2026 | 16:53:54 WIB

JURNALMADANI – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) tak lagi sekadar pemenuhan gizi, tetapi mulai diarahkan menjadi penggerak ekonomi desa.

Memasuki satu tahun pelaksanaan, pemerintah mendorong penguatan peran BUMDes dan UMKM dalam mendukung keberlanjutan program.

Kegiatan refleksi bertajuk "Satu Tahun Perjalanan Makanan Bergizi Gratis dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat" yang di gelar di RCC Menara Lancang Kuning, Kamis (16/4), yang juga di hadiri Asisten II Setdaprov Riau Helmi D secara virtual, menjadi momentum penting untuk melihat dampak sekaligus merumuskan langkah ke depan.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Desa, Desa Tertinggal, dan Desa Tertentu pada Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Haris, menyampaikan bahwa refleksi ini penting untuk melihat perjalanan program selama setahun terakhir. Ia menegaskan bahwa MBG telah menunjukkan perannya lebih dari sekadar program bantuan makanan.

“Sekarang, setelah setahun ini akan kita refleksikan apa yang sudah berjalan. Saat ini MBG telah membuktikan bahwa ia adalah program instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Abdul Haris.

Ia menekankan bahwa ke depan masih dibutuhkan perbaikan terhadap program MBG tersebut, khususnya dalam penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan UMKM. Selain itu, pemberdayaan masyarakat lokal juga harus lebih diserap sebagai tenaga kerja dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Di sisi lain, Abdul Haris mengingatkan bahwa keberhasilan program ini merupakan tanggung jawab bersama berbagai pihak. Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, hingga masyarakat menjadi kunci keberlanjutan program.

“Di balik keberhasilan ini, ada beberapa hal yang menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Ia berharap forum refleksi ini menjadi titik balik dalam pengembangan MBG ke depan. Tidak hanya sebagai program makan siang gratis, tetapi sebagai upaya strategis negara dalam membangun generasi sehat sekaligus memperkuat ekonomi di tingkat paling bawah.

“Kami berharap forum ini jadi titik balik. MBG bukan hanya program makan siang semata, tapi negara membangun generasi yang sehat dan menjadi mesin penggerak ekonomi di level paling bawah,” tutupnya. (mcr)

Terkini