PDRB Riau Terbesar Kedua di Luar Jawa, Kontribusi ke Ekonomi Nasional 5,25 Persen

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:42:01 WIB
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Asep Riyadi (kanan) saat merilis Berita Resmi Statistik (BRS) di Kantor BPS Provinsi Riau

JURNALMADANI - Perekonomian Provinsi Riau terus menunjukkan daya saingnya sebagai salah satu penggerak utama ekonomi nasional. Pada triwulan II 2026, Riau menyumbang 5,25 persen terhadap perekonomian Indonesia dan tetap menjadi provinsi dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terbesar keenam secara nasional atau terbesar kedua di luar Pulau Jawa.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Asep Riyadi, mengatakan nilai PDRB Riau pada triwulan II 2026 atas dasar harga berlaku mencapai Rp340,34 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp154,55 triliun.

"Secara spasial, pada triwulan II 2026 Provinsi Riau berkontribusi sebesar 5,25 persen terhadap perekonomian nasional. Riau juga menjadi provinsi dengan PDRB terbesar keenam di Indonesia atau terbesar kedua di luar Pulau Jawa," ujar Asep saat merilis Berita Resmi Statistik (BRS) di Kantor BPS Provinsi Riau, Rabu (5/8/2026).

Di tingkat regional, Riau juga menjadi salah satu tulang punggung ekonomi Sumatra. Kontribusi PDRB Riau terhadap perekonomian Pulau Sumatra mencapai 23,33 persen, hanya berada di bawah Sumatera Utara yang berkontribusi 23,37 persen. Sementara itu, Bengkulu menjadi provinsi dengan kontribusi terkecil, yakni 2,15 persen.

Secara keseluruhan, ekonomi Sumatra pada triwulan II 2026 tumbuh 5,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Seluruh provinsi di Sumatra mencatatkan pertumbuhan positif. Kepulauan Riau menjadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi sebesar 6,99 persen, sedangkan Kepulauan Bangka Belitung mencatat pertumbuhan terendah sebesar 4,01 persen.

"Untuk Provinsi Riau sendiri, ekonomi pada triwulan II 2026 tumbuh 4,75 persen dibandingkan triwulan II 2025. Sementara jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, ekonomi Riau meningkat 1,38 persen," jelasnya.

Asep menjelaskan, apabila dihitung tanpa sektor minyak dan gas bumi (migas), pertumbuhan ekonomi Riau mencapai 5,70 persen secara tahunan. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nonmigas pada periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar 5,06 persen.

"Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi di luar sektor migas terus menguat dan memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah," jelasnya.

Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi triwulan II 2026 secara tahunan terutama didorong oleh sektor jasa perusahaan yang tumbuh 15,80 persen, disusul jasa lainnya sebesar 13,42 persen serta jasa pendidikan sebesar 11,71 persen.

Sementara sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang menjadi salah satu penopang utama ekonomi Riau juga tumbuh 5,31 persen, sedangkan industri pengolahan meningkat 4,59 persen.

Secara triwulanan, lapangan usaha transportasi dan pergudangan menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 22,27 persen. Pertumbuhan juga terjadi pada jasa perusahaan sebesar 11,27 persen, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 7,40 persen, serta pertanian, kehutanan, dan perikanan yang tumbuh 2,99 persen.

Struktur ekonomi Riau hingga triwulan II 2026 masih didominasi oleh industri pengolahan dengan kontribusi 27,88 persen, diikuti sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 26,87 persen, pertambangan dan penggalian sebesar 19,98 persen, perdagangan besar dan eceran sebesar 10,35 persen, serta konstruksi sebesar 8,86 persen. Kelima lapangan usaha tersebut menyumbang 93,95 persen terhadap total perekonomian Riau.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi secara tahunan ditopang oleh meningkatnya Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 13,08 persen, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 10,30 persen, Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga sebesar 7,16 persen, Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga sebesar 4,60 persen, serta ekspor luar negeri yang tumbuh 0,74 persen.

"Sementara itu, secara kumulatif semester I 2026, ekonomi Riau tumbuh 4,82 persen dibandingkan semester I 2025. Pertumbuhan tertinggi berasal dari lapangan usaha jasa lainnya sebesar 13,64 persen, diikuti penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 12,29 persen serta jasa perusahaan sebesar 11,54 persen," tukasnya. (mcr)

Terkini