Kasus ISPA di Rohul Capai 1.860, Anak-anak Mendominasi

Selasa, 15 September 2026 | 19:36:27 WIB

JURNALMADANI - Dalam kurun waktu tiga minggu, atau sejak 25 Agustus 2026 hingga 14 September 2026. Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mencapai 1.860 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 931 kasus terjadi pada kelompok balita hingga remaja.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Rohul dr Bambang Triono MM mengatakan, kelompok usia muda menjadi penyumbang terbesar kasus ISPA di tengah kondisi kabut asap yang menyelimuti 16 kecamatan se-Kabupaten Rohul.

“Rinciannya, 354 kasus pada balita usia 0-5 tahun, 349 kasus anak usia 5-9 tahun dan 228 kasus remaja usia 10-18 tahun. Artinya, hampir satu dari dua penderita ISPA dalam periode tersebut berasal dari kelompok usia 0-18 tahun. Sementara, berdasarkan jenis kelamin, penderita perempuan tercatat lebih banyak, yakni 959 kasus, sedangkan laki-laki sebanyak 901 kasus,” katanya.

Dari total kasus tersebut, Kecamatan Kabun menjadi daerah dengan kasus tertinggi, mencapai 284 kasus, terdiri dari 140 laki-laki dan 144 perempuan.

Kemudian, disusul Kecamatan Tandun 141 kasus, Ujung Batu 124 kasus, Rambah 104 kasus, Pagarantapah 66 kasus, Bonai Darussalam 48 kasus dan Rambah Hilir II 43 kasus. Kasus lainnya tersebar di sejumlah kecamatan di Rohul.

Ia juga mengatakan, penderita ISPA tidak selalu disebabkan oleh kabut asap. Masyarakat tetap dapat terserang ISPA meskipun tidak terjadi kabut asap. Namun, kondisi udara yang kurang baik akibat asap dapat memicu peningkatan kasus.

“Tidak ada asap pun masyarakat bisa terkena ISPA. Hanya karena ada asap, kasusnya sedikit meningkat,” katanya.

Ia mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika kualitas udara di Rohul saat ini kurang sehat. Anak-anak yang rentan terpapar juga diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah. 

“Kalaupun keluar rumah, kita imbau tetap gunakan masker ketika harus beraktivitas di luar,” ujarnya. (mcr)

Terkini