Kolonel Fuad Hasan, Dari Komandan Fregat hingga Memimpin Kapal Induk Pertama TNI AL

Kamis, 24 September 2026 | 21:12:50 WIB
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengukuhkan Kolonel Fuad Hasan sebagai Komandan KRI Sriwijaya-100. (antara)

JURNALMADANI – Nama Kolonel Laut (P) Mochamad Fuad Hasan menjadi bagian penting dalam sejarah modernisasi TNI Angkatan Laut. Perwira lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) 2002 itu resmi dikukuhkan sebagai Komandan KRI Sriwijaya-100 (SWJ-100), kapal induk pertama yang masuk jajaran TNI AL.

Pengukuhan Fuad dilakukan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dalam upacara peresmian KRI Sriwijaya-100 di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (24/9/2026).

KRI Sriwijaya-100 sebelumnya merupakan ITS Giuseppe Garibaldi-500, kapal perang Angkatan Laut Italia. Setelah resmi diresmikan, kapal tersebut menjadi bagian dari satuan kapal perang TNI AL.

Lulusan AAL 2002

Fuad merupakan alumni AAL Angkatan ke-48 tahun 2002. Sebelum dipercaya memimpin KRI Sriwijaya-100, ia telah menjalani sejumlah penugasan penting di kapal perang TNI AL.

 

Dalam perjalanan kariernya, Fuad pernah dipercaya sebagai Komandan KRI Sultan Iskandar Muda-367, kemudian Komandan KRI I Gusti Ngurah Rai-332, dan Komandan KRI Raden Eddy Martadinata-331.

Pada April 2026, Fuad juga dipercaya menjabat Komandan Pusat Latihan Elektronika dan Pengendalian Senjata (Danpuslatlekdalsen) Kodiklatal. Jabatan tersebut diserahterimakan pada 6 April 2026.

Pengalaman memimpin kapal perang tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan Fuad sebelum mendapatkan kepercayaan untuk memimpin kapal induk.

Ikut Membawa Giuseppe Garibaldi ke Indonesia

Penugasan sebagai calon Komandan KRI Sriwijaya-100 telah dimulai sebelum kapal tersebut resmi menjadi bagian dari TNI AL.

Fuad bersama 99 personel TNI AL lainnya ikut dalam pelayaran ITS Giuseppe Garibaldi dari Italia menuju Indonesia. Dalam perjalanan tersebut, personel TNI AL menjalani proses familiarisasi sekaligus transfer pengetahuan bersama personel Angkatan Laut Italia melalui konsep joint crew.

Fuad sebelumnya mengungkapkan bahwa penugasan tersebut merupakan sebuah kehormatan besar baginya.

“Sangat tidak terbayangkan saya diberikan kepercayaan dan kehormatan dari Angkatan Laut untuk jadi calon pertama komandan kapal induk.”

Pernyataan tersebut disampaikan Fuad ketika ditemui di Dermaga 107 Tanjung Priok pada 18 September 2026.

Resmi Menjadi Komandan KRI Sriwijaya-100

Momentum bersejarah itu akhirnya terjadi pada Kamis, 24 September 2026.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto meresmikan KRI Sriwijaya-100 sekaligus mengukuhkan Fuad sebagai komandannya.

 

Dalam amanatnya, Panglima TNI menyebut kehadiran KRI Sriwijaya-100 sebagai bagian dari modernisasi alutsista TNI. Kapal tersebut diproyeksikan memiliki fungsi sebagai pusat komando operasi laut, sarana diplomasi pertahanan, serta mendukung bantuan kemanusiaan.

Agus juga memberikan ucapan selamat kepada Fuad dan sekitar 399 anak buah kapal yang akan mengawaki KRI Sriwijaya-100. (*)

Terkini