Herry Heryawan Tinggalkan Warisan Pengabdian, Arman Achdiat Lanjutkan Estafet Kepemimpinan

Ahad, 11 Oktober 2026 | 14:04:11 WIB

JURNALMADANI – Suasana haru dan penuh penghormatan mewarnai upacara Welcome and Farewell Parade Kapolda Riau di Mapolda Riau, Pekanbaru, Minggu (11/10/2026).

Tradisi ini bukan sekadar seremoni pergantian pejabat, melainkan momentum untuk menghargai pengabdian, memperkuat soliditas institusi, serta menegaskan kesinambungan pelayanan Polri kepada masyarakat.

Upacara tersebut menandai berakhirnya masa tugas Komjen Pol. Dr. Herry Heryawan sebagai Kapolda Riau sebelum melanjutkan amanah sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri. Estafet kepemimpinan Polda Riau kini dilanjutkan oleh Irjen Pol. Arman Achdiat.

 

Prosesi berlangsung khidmat, mulai dari penghormatan kepada panji-panji kepolisian, penyampaian sambutan, hingga rangkaian tradisi pelepasan dan penyambutan pimpinan.

Momen penghormatan kepada panji bertuliskan “Tribrata Sakti Hamba Negara” menjadi pengingat bahwa jabatan, pangkat, dan kewenangan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan integritas serta pengabdian.

Kegiatan ini dihadiri Wakapolda Riau, Irwasda, para pejabat utama Polda Riau, kapolres jajaran, perwakilan Pemerintah Provinsi Riau, serta unsur masyarakat, termasuk Dubalang Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR).

 

Herry Heryawan: Jabatan Berakhir, Pengabdian dan Kenangan Tetap Hidup

Dalam sambutannya, Komjen Pol. Herry Heryawan mengungkapkan perasaan haru ketika harus mengakhiri masa tugasnya di Bumi Lancang Kuning. Ia mengakui, kebersamaan dengan seluruh personel Polda Riau telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdiannya.

“Jujur, hari ini adalah salah satu hari yang tidak mudah bagi saya. Ada perasaan yang sulit saya ungkapkan dengan kata-kata ketika harus berdiri di tempat ini dan menyerahkan tongkat kepemimpinan kepada pemimpin yang akan melanjutkan perjalanan ini,” ungkap Herry.

 

Menurutnya, selama bertugas di Riau, berbagai dinamika dan tantangan telah dilalui bersama. Tidak semua perjuangan dapat tercatat dalam laporan atau terlihat oleh publik. Namun, setiap pengorbanan, kerja keras, waktu yang dicurahkan, serta tanggung jawab dalam menjaga keamanan dan melayani masyarakat memiliki arti tersendiri.

Ia menegaskan bahwa nilai sebuah pengabdian tidak semata-mata diukur dari jabatan yang pernah diemban atau prestasi yang berhasil diraih, tetapi juga dari ketulusan dalam bekerja, kebersamaan menghadapi kesulitan, dan manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Jabatan memiliki batas waktu, tetapi kenangan tentang orang-orang yang pernah berjuang bersama saya tidak mengenal batas waktu,” tuturnya.

 

Herry juga menyampaikan terima kasih kepada Wakapolda, pejabat utama, para perwira, bintara, tamtama, ASN Polri, Bhayangkari, serta seluruh personel yang telah mendukung pelaksanaan tugasnya selama memimpin Polda Riau.

Ia turut menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan kepemimpinan terdapat keputusan, kebijakan, atau sikap yang belum sepenuhnya memenuhi harapan seluruh personel.

Sikap tersebut menjadi pesan penting bahwa kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan kewenangan mengambil keputusan, tetapi juga kesediaan untuk melakukan introspeksi, menghargai kontribusi orang lain, dan membuka ruang perbaikan.

Arman Achdiat: Lanjutkan Program, Perkuat Soliditas dan Kepercayaan Publik

Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol. Arman Achdiat menyampaikan penghargaan atas dedikasi dan berbagai capaian yang telah dirintis pendahulunya. Ia menilai program, tata kelola, dan fondasi organisasi yang telah dibangun selama kepemimpinan Herry Heryawan merupakan modal penting untuk melanjutkan tugas kepolisian di Provinsi Riau.

“Saya apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Kabaharkam atas dedikasi dan legacy yang telah dibangun di Polda Riau. Seluruh anggota harus bangga dengan berbagai prestasi yang telah dicapai,” ujar Arman.

 

Arman menyadari bahwa melanjutkan kepemimpinan di Polda Riau merupakan tanggung jawab besar. Karena itu, ia menegaskan komitmennya untuk menjaga kesinambungan program yang telah berjalan, sekaligus memperkuat pelaksanaan tugas agar tetap berpedoman pada aturan, profesionalitas, dan kepentingan masyarakat.

Baginya, pergantian pimpinan tidak seharusnya memutus hal-hal baik yang telah dibangun. Sebaliknya, setiap kepemimpinan perlu menjadi bagian dari proses perbaikan berkelanjutan, dengan mempertahankan program yang efektif, mengevaluasi kekurangan, dan menghadirkan terobosan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Arman juga mengajak seluruh personel Polda Riau, tokoh masyarakat, alim ulama, serta berbagai elemen daerah untuk memperkuat kebersamaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Menurutnya, setiap pemimpin dapat memiliki karakter, gaya komunikasi, dan pendekatan yang berbeda. Namun, tujuan utama pengabdian tetap sama, yakni memberikan rasa aman, menghadirkan pelayanan yang berkualitas, menegakkan hukum secara profesional, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

“Kehadiran kami bersama keluarga di Bumi Lancang Kuning ini, dengan segala kerendahan hati, mudah-mudahan dapat memberikan suasana yang baru,” tegas Arman.

 

Ia berharap dukungan seluruh jajaran dan masyarakat dapat menjadi kekuatan untuk melanjutkan program-program positif yang telah dirintis, sekaligus mendorong peningkatan kinerja kepolisian di wilayah Riau.

Kesinambungan Kepemimpinan Harus Dirasakan Masyarakat

Welcome and Farewell Parade tersebut mengandung pesan bahwa pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari dinamika organisasi, sedangkan pengabdian kepada masyarakat harus terus berjalan tanpa terputus.

Penghargaan kepada pemimpin yang mengakhiri masa tugas perlu berjalan beriringan dengan dukungan terhadap pemimpin yang baru. Capaian masa lalu menjadi pijakan untuk melangkah ke depan, sementara berbagai kekurangan harus dijadikan bahan evaluasi demi meningkatkan kualitas pelayanan.

 

Bagi Polda Riau, tantangan ke depan bukan hanya mempertahankan prestasi kelembagaan, tetapi juga memastikan bahwa setiap kebijakan dan program benar-benar menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Penegakan hukum yang berkeadilan, respons cepat terhadap pengaduan warga, pencegahan gangguan kamtibmas, serta pelayanan yang transparan dan humanis menjadi bagian penting dalam menjaga legitimasi institusi.

Soliditas internal juga harus dibangun di atas profesionalitas, disiplin, integritas, dan tanggung jawab. Kebersamaan tidak cukup diwujudkan melalui seremoni atau pernyataan, tetapi harus terlihat dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, terutama ketika personel menghadapi persoalan masyarakat yang membutuhkan kehadiran negara.

Dukungan tokoh adat, tokoh agama, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat pun menjadi modal penting. Keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian, melainkan hasil kerja bersama yang membutuhkan komunikasi, kepercayaan, dan partisipasi publik.

 

Pergantian dari Komjen Pol. Herry Heryawan kepada Irjen Pol. Arman Achdiat akhirnya menjadi penanda berakhirnya satu babak pengabdian sekaligus dimulainya tanggung jawab baru.

Warisan terbaik seorang pemimpin bukan semata-mata program yang ditinggalkan, melainkan nilai integritas, budaya kerja, dan manfaat yang terus dirasakan setelah masa jabatannya berakhir.

Dengan semangat kesinambungan dan pembaruan, Polda Riau diharapkan semakin solid, profesional, dan responsif dalam menjalankan tugas. Sebab, pada akhirnya, keberhasilan kepemimpinan kepolisian tidak hanya dinilai dari apa yang berlangsung di lingkungan institusi, tetapi terutama dari seberapa besar rasa aman, keadilan, dan kepercayaan yang dirasakan masyarakat. (*)

Terkini