PBB Optimis Bangkit dan Miliki Wakil Rakyat di DPR RI Hasil Pemilu Akan Datang

Selasa, 27 Januari 2026 | 20:00:00 WIB
Ketua Umum DPP PBB, Gugum Ridho Putra, S.H, M.H

JURNALMADANI - Partai Bulan Bintang (PBB) optimis akan bangkit dengan menempatkan wakil rakyat terbaik di DPR RI hasil Pemilihan Umum yang akan datang.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum DPP PBB, Gugum Ridho Putra, S.H, M.H, kepada wartawan usai kegiatan rapat koordinasi bersama jajaran pengurus DPW dan DPC Se-Provinsi Riau, di Hotel Alpha, Pekanbaru, Selasa 27 Januari 2026.

Dikatakannya, Rapat Koordinasi ini menjadi langkah strategis untuk memetakan tantangan partai ke depan, baik secara nasional maupun di daerah.

 

Tantangan eksternal, kata dia, terutama berkaitan dengan regulasi kepemiluan, sementara tantangan internal menyangkut penguatan struktur dan soliditas organisasi.

"Rakor ini membahas bagaimana PBB ini bangkit di pesta demokrasi tahun 2029 mendatang. kita sharing membicarakan tantangan-tantangan ke depan untuk Partai Bulan Bintang," kata Gugum Ridho Putra.

Dalam kegiatan rakor di Riau, Ketua Umum DPP PBB Gugum Ridho Putra hadir lengkap bersama Sekretaris Jenderal Yuri Kemal Fadlullah, Ketua Majelis Syuro Muhammad Saltut, Bendahara Umum Ali Reza Mahendra, dan beberapa pengurus DPP PBB lainnya, didampingi Ketua DPW PBB Riau, Zul Azhar.

Gugum Ridho lanjut mengatakan, rapat koordinasi ini dalam rangka menyiasati tantangan-tantangan partai kedepan. Baik secara nasional dari segi regulasi maupun permasalahan dan tantangan di internal partai.

 

Sementara itu Sekretaris Jenderal DPP PBB Yuri Kemal Fadlullah menambahkan, saat ini PBB bersama parpol non parlemen lainnya sedang mengupayakan bagaimana parliamentary threshold atau ambang batas parlemen dalam sistem pemilu di Indonesia bisa mengakomodir semua keterwakilan suara rakyat.

"Target utama adalah bagaimana mengembalikan Partai Bulan Bintang kita ini ke DPR RI. Kita sekarang melalui Sekretariat Bersama partai-partai politik non-parlemen sedang memperjuangkan mengenai minimal threshold yang idealnya seperti apa," terang Yuri.

Sebagaimana perintah Mahkamah Konstitusi (MK), jelas Yuri, tidak ada lagi penambahan ambang batas parlemen di atas 4 persen dan bahkan didorong untuk turun.

"Kita sangat berharap ambang batas parlemen bisa turun menjadi 1 persen," ujarnya.

 

Putra Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra ini mengungkapkan, pada pemilu pertama era reformasi tahun 1999, PBB pernah masuk parlemen dengan kekuatan 13 kursi dan bahkan ada perwakilan dari Dapil Riau.

"Nah sekarang kita berstrategi bagaimana kita mengembalikan kejayaan dan bagaimana paling tidak PBB itu mendapatkan kursi DPR RI di 2029 kelak," harap Yuri. (*)

Terkini