Sambut Ramadan, DPP PBB Gelar Silaturahmi dan Santuni Anak Yatim

Sambut Ramadan, DPP PBB Gelar Silaturahmi dan Santuni Anak Yatim

JURNALMADANI - Dewan Pimpinan Pusat Partai Bulan Bintang (DPP PBB) menggelar acara silaturahmi, pemberian tali asih kepada tokoh pendiri PBB dan menyantuni anak yatim, dalam rangka menyambut Bulan suci Ramadan 1447 H, di Aula Markas Besar PBB, Jakarta Selatan, Sabtu (14/2/2026).

Hadir pada acara itu, Ketua Umum DPP PBB, Gugum Ridho Putra, SH, MH, Ketua Majelis Syuro PBB KH Muhammad Saltut, MA, Ketua Mahkamah PBB Aris Muhammad, SH, para pendiri PBB, tokoh dan pengurus DPP PBB periode 2020-2025 dan 2025-2030 serta tamu undangan.

Acara diawali pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Qori Internasional H. Darwin Hasibuan, S.Pd.I, Juara I MTQ Internasional di Taheran, Iran. Kemudian laporan Ketua Panitia acara Tarhib/Penyambutan Bulan Suci Ramadan 1447 H, Dr. Drs. Ali Amran Tanjung, SH, M.Hum.

Ali Amran dalam laporannya mengatakan, acara itu bertujuan untuk menguatkan silaturahmi antara para tokoh pendiri PBB, pengurus, anggota dan keluarga besar Partai Bulan Bintang dalam menyongsong datangnya Bulan suci ramadan 1447 H.

Selain itu, kata Ali, acara tersebut juga sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus wujud rasa syukur karena masih diberi kesehatan dan umur panjang menjelang bulan suci ramadan.

“Semua itu kita lakukan demi untuk meningkatkan amal sholeh, membangun dan menguatkan silaturahmi agar puasa yang kita laksanakan mendapat nilai terbaik di sisi Allah SWT. Janji Allah, siapa saja yang berbuat baik, maka Allah pasti akan balas dengan kebaikan,” ujar Ali Amran.

 

Selaku Ketua Panitia, Ali Amran mengaku bahagia karena acara itu dapat terlaksana dengan baik meskipun persiapannya hanya dua hari. Kesuksesan acara tersebut tidak terlepas dari kerjasama yang baik antara pengurus DPP PBB utamanya yang tergabung dalam kepanitiaan.

“Perintah Pak Ketum dua hari yang lalu, agar kegiatan ini dilaksanakan. Berkat kerjasama pengurus DPP PBB, acara dapat terlaksana dengan baik,” beber Ali Amran.

Ketua Umum DPP PBB, Gugum Ridho Putra dalam sambutannya mengatakan, bulan Ramadan merupakan bulan spesial bagi umat Nabi Muhammad SAW untuk meningkatkan amal, memperbaiki dan mengevaluasi diri.

Selama bulan ramadan, jelasnya, setiap amal kebaikan yang dikerjakan dengan penuh keikhlasan karena Allah akan mendapat nilai ibadah dan ganjaran pahala yang berlipat ganda. Bahkan ada satu malam yang dimuliakan, jika melaksanakan amalan di malam tersebut pahalanya akan dilipatgandakan hingga seribu bulan.

“Ramadan bukanlah bulan untuk bermalas-malasan, tapi bulan yang spesial. Bagaimana kita memaknai bulan ramadan dengan sebaik-baiknya untuk memperbagus, mempercantik dan mengevaluasi diri, karena di bulan ini kita diberi seluas-luasnya untuk beramal.  Momen ini sangat sayang jika dilewatkan begitu saja karena janji Allah pahalanya berlimpah,” ujar Gugum.

 

Selaku Ketua Umum DPP PBB, lanjut Gugum, momentum bulan Ramadan 1447 H tahun ini akan digunakannya untuk melakukan evaluasi kinerja kepengurusan dan struktur DPP PBB setelah setahun kepengurusan berjalan.

“Ramadan bukanlah bulan untuk kita mengendurkan semangat dan mengurangi produktivitas, saya akan mengevaluasi kepengurusan yang telah berjalan selama setahun di tingkat pusat, apa memang perlu struktur tertentu untuk ditambah atau dikurangi,” ungkapnya.

Untuk itu, Gugum menegaskan dirinya akan berdiskusi dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Yuri Kemal Fadlullah, SH, MH terkait evaluasi kepengurusan, sekembalinya Sekjen DPP PBB yang sedang berada di luar negeri.

Sementara itu, Ketua Dewan Syuro PBB, KH Muhammad Saltut dalam tausiyahnya mengingatkan umat Islam, khususnya keluarga besar Partai Bulan Bintang agar mempersiapkan diri supaya maksimal dalam melaksanakan rangkaian ibadah di bulan Ramadan.

"Agar ibadah puasa Ramadan dapat dilaksanakan dengan sempurna, ada empat hal yang harus dipersiapkan. Pertama, persiapan hati yakni niat yang lurus semata-mata karena Allah. Sebab tidak sedikit orang melaksanakan ibadah karena ria," ujarnya.

Kedua, lanjut Ustaz Saltut, persiapan jasad atau fisik. Untuk bisa melaksanakan ibadah puasa dengan sempurna fisik harus sehat.

Ketiga, persiapan ilmu. Orang puasa harus punya ilmu, sehingga tahu apa yang membatalkan dan tidaknya puasa.

Kemudian yang Keempat harta dari sumber yang halal. Sebab amal yang baik di bulan Ramadan adalah bersedekah. Karena itu harus dipersiapkan harta untuk bersedekah.

“Keempat hal ini penting saya sampaikan, agar ibadah puasa kita sempurna. Marilah kita bergembira menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Hendaklah dengan karunia Allah kamu bergembira. Diantara karunia Allah, kita diberi kekuatan dan kesehatan,” ujar Ustaz Saltut.  (*)

Berita Lainnya

Index