Polisi Kantongi 86 Rekaman CCTV Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Senin, 16 Maret 2026 | 19:04:21 WIB
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin (Liputan6/Ady Anugrahadi)

JURNALMADANI - Penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, terus berlanjut.

Kepolisian kini telah mengantongi puluhan rekaman kamera pengawas (CCTV) yang diduga merekam pergerakan para pelaku sebelum dan sesudah kejadian.

Secara keseluruhan, penyidik menyita rekaman dari 86 titik CCTV yang tersebar di sejumlah lokasi. Rekaman tersebut dinilai sangat membantu proses penyelidikan dan pengungkapan kasus.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, mengatakan banyaknya kamera pengawas di berbagai titik menjadi salah satu faktor penting dalam membantu penyidik menelusuri jejak pelaku.

“Kami sangat bersyukur rekan-rekan sekalian bahwa dengan banyaknya CCTV, ini sangat membantu pengungkapan atau proses penyelidikan dan penyidikan yang kami lakukan,” kata Iman dalam konferensi pers, Senin (16/3/2026).

Kamera Beresolusi Tinggi Bantu Identifikasi

?Menurut Iman, keberadaan kamera pengawas tidak hanya di jalur utama, tetapi juga di sejumlah jalur alternatif di wilayah Jakarta. Hal tersebut mempermudah aparat dalam melacak pergerakan para pelaku.

Selain itu, sebagian CCTV yang terpasang memiliki kualitas gambar yang cukup baik sehingga dapat menangkap detail visual secara lebih jelas.

"Apalagi pada beberapa titik atau sebagian besar titik CCTV yang terpasang di wilayah Jakarta memiliki resolusi yang cukup tinggi sehingga pada beberapa tempat dapat diperoleh gambar yang cukup jelas," ucap dia.

Rekaman Masih Dianalisis Tim Digital Forensik

?Saat ini, seluruh rekaman CCTV tersebut sedang dianalisis bersama data digital lainnya untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat dalam serangan terhadap Andrie Yunus.

"Kami membutuhkan waktu cukup beberapa hari ini dalam analisa digital terhadap video rekaman CCTV yang ada di sepanjang jalur yang dilintasi oleh pelaku," tandas dia.

Pelaku Panik, Sebar Foto dan Video Hoaks Diduga Untuk Mengaburkan Fakta

Kepolisian menyebut foto disebut-sebut sebagai pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus, di Jalan Salemba I, Senen, Jakarta Pusat, dipastikan hoaks.

Gambar dua orang beredar di media sosial itu merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan, foto tersebut sengaja disebarkan untuk mengaburkan proses penyelidikan sedang berjalan.

"Itu kami pastikan bahwa itu adalah hoaks atau tidak benar karena itu hasil rekayasa dari Artificial Intelligence," kata Iman saat konferensi pers, Senin (16/3).

Menurutnya, beredarnya rekaman video tempat kejadian perkara sebelumnya membuat para pelaku mulai panik. Pelaku bersama jaringannya kemudian diduga menyebarkan gambar rekayasa untuk mengalihkan perhatian publik.

“Kami duga ini adalah salah satu upaya yang dilakukan oleh jaringan dan pelaku itu sendiri untuk mengaburkan informasi, untuk mengaburkan arah, untuk mengaburkan fakta-fakta hukum yang diperoleh," ujar Iman.

Masyarakat Diimbau Tak Mudah Percaya

Iman mengimbau masyarakat tidak mudah percaya dengan foto atau identitas pelaku yang beredar di media sosial.

Saat ini, kepolisian masih menganalisis rekaman CCTV di sepanjang jalur yang diduga dilalui pelaku sebelum dan sesudah penyerangan.

Iman berharap dalam beberapa hari ke depan dapat mengungkap identitas pelaku dari hasil analisis rekaman kamera pengawas tersebut.

"Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah sangat membantu dengan keberadaan CCTV yang tergelar di beberapa jalur di wilayah Jakarta," tandasnya. (*)

Terkini