Pesawat Militer Jatuh dan Terbakar, 45 Orang Tewas

Dibaca: 152 kali  Senin,05 Juli 2021 | 05:37:00 WIB

Pesawat Militer Jatuh dan Terbakar, 45 Orang Tewas
Ket Foto : Puing pesawat militer C-130 Filipina yang jatuh di kota Patikul, provinsi Sulu, Filipina selatan pada Minggu 4 Juli 2021. (Joint Task Force-Sulu via AP)

FILIPINA - Sebuah pesawat militer Filipina yang membawa pasukan jatuh dan terbakar, Minggu (4/7/2021). Sedikitnya 45 orang tewas dan puluhan lainnya cedera.
 
Melansir AFP, kejadian tersebut merupakan salah satu kecelakaan penerbangan militer paling mematikan di negara itu. Pesawat terbang dengan tujuan pulau Jolo, di Provinsi Sulu, Filipina.
 
Pesawat Hercules C-130 itu membawa hampir 100 orang, yang sebagian besar adalah lulusan sekolah militer angkatan darat. Selain tentara, tiga warga sipil juga tewas.
 
"Ini adalah hari yang menyedihkan tetapi kami harus tetap berharap," kata Mayor Jenderal William Gonzales, komandan Satuan Tugas Gabungan-Sulu dalam sebuah pernyataan.
 
"Kami meminta bangsa untuk berdoa bagi mereka yang terluka dan mereka yang tewas dalam tragedi ini," ujarnya.
 
Sementara itu, Panglima Angkatan Bersenjata Filipina, Jenderal Cirilito Sobejana mengatakan pesawat itu membawa pasukan dari Cagayan de Oro di pulau selatan Mindanao. Namun saat mencoba mendarat pesawat tak mampu mengendalikan tenaga.
 
Pesawat bermesin empat itu jatuh di dekat sebuah tambang di daerah berpenduduk sedikit. Seorang saksi mata, siswa sekolah menengah Almar Hajiri Aki, mengatakan kepada AFP ledakan terdengar sangat keras.
 
"Saya pikir rumah kami akan runtuh," ujarnya.
 
C-130 telah dipakai angkatan udara di seluruh dunia selama beberapa dekade, digunakan untuk mengangkut pasukan, persediaan dan kendaraan. Pesawat ini juga sering dikerahkan untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan bantuan bencana.
 
Hercules yang jatuh hari Minggu memiliki nomor ekor yang sama dengan yang diperoleh dari Amerika Serikat (AS) dan dikirim ke Filipina awal tahun ini. Kejadian itu adalah kecelakaan pesawat militer keempat tahun ini dengan "korban massal". (red)
Akses JurnalMadani.com Via Mobile m.JurnalMadani.com