Mahasiswi UIN Suska Dibacok, Psikolog: Kontrol Rasional Pelaku Menurun Drastis Karena Emosi Ekstrem

Mahasiswi UIN Suska Dibacok, Psikolog: Kontrol Rasional Pelaku Menurun Drastis Karena Emosi Ekstrem
Tersangka saat diamankan satpam kampus

JURNALMADANI - Peristiwa pembacokan terhadap mahasiswi Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum di UIN Sultan Syarif Kasim Riau menunjukkan pola kekerasan interpersonal.

Kondisi psikologi pelaku ini sering berkaitan dengan ledakan emosi ekstrem.

Ada dugaan pelaku dan korban pernah memiliki hubungan dekat sebelumnya. Apabila dugaan keduanya pernah berpacaran itu benar artinya ada konflik relasi romantis.

"Konflik romantis seperti kecemburuan, penolakan atau perasaan dikhianati," papar Psikolog Klinis, Sri Rahmadhani kepada wartawan, Kamis (26/2/2026).

Menurutnya, perasaan ini dapat memicu apa yang disebut crime of passion. Ia menyebut bahwa tindakan kekerasan yang dilakukan dalam kondisi emosi memuncak sehingga kontrol rasional menurun drastis.

Kejadian ini memperlihatkan ada potensi seseorang bisa berbuat sadis. Potensi perilaku sadistik atau kekerasan ekstrem bisa ada pada siapa saja.

"Tetapi tidak semua orang dengan potensi ini akan melakukannya, biasanya dipicu kondisi tertentu atau ada trigger," jelasnya.

Wanita berkerudung yang kerap disapa Echi ini mengatakan bahwa banyak pelaku sebelumnya terlihat normal saja. Ia menilai dalam tinjauan psikologi, tindakan sangat kejam bisa berkaitan dengan sejumlah hal.

Satu di antaranya impulsive aggression atau ledakan emosi yang tidak terkendali. Faktor lainnya akibat gangguan kontrol impuls dan kepribadian tertentu seperti anti sosial.

"Kemudian dipicu oleh rasa sakit emosional yang sangat intens, serta fantasi balas dendam," ungkapnya.

Walau demikian, seluruh kejadian ini bisa dicegah dengan beberapa hal.

Ia mengatakan pencegahan sangat mungkin dilakukan dengan mengutamakan manajemen emosi.

"Bukan hanya itu, mereka yang kondisi tersebut juga butuh bantuan profesional dan lingkungan suportif, terutama dari keluarga," tutupnya.

 

Pelaku Resmi Jadi Tersangka

Mahasiswa bernama Raihan Mufazzar, asal Bangkinang, Kabupaten Kampar, pelaku pembacokan mahasiswi UIN Suska Riau, resmi ditetapkan tersangka dan ditahan.

Pelaku nekat membacok mahasiswi bernama Farradhilla Ayu Pramesti (23), yang merupakan teman satu jurusan dan angkatan di Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UIN Suska Riau, Kamis (26/2/2026).

Peristiwa terjadi sekitar pukul 08.00 WIB.

"Tersangka sudah kami tahan di Polsek Binawidya," kata Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru AKP Anggi Rian Diansyah.

Sementara korban dijelaskan Anggi, sedang dirawat intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru.

Ia bilang, rencananya, korban akan dirujuk ke rumah sakit lain lantaran dari keterangan dokter Rumah Sakit Bhayangkara yang menangani, luka bacok yang dialami korban cukup parah dan dalam.

"Sehingga harus kita rujuk ke rumah sakit yang lebih mumpuni. Korban mengalami luka di bagian kepala dan tangan. Tapi nanti kami koordinasikan lagi dengan pihak Rumah Sakit Bhayangkara apakah ada lagi luka korban selain di dua titik tersebut," kata Anggi.

 

Mantan Kasat Reskrim Polres Inhil ini mengungkap, saat kejadian, korban sedang sendirian berada di sebuah ruangan lantai dua bangunan fakultas menunggu jadwal ujian.

Namun seketika, datang pelaku dengan membawa sebilah kapak. Pelaku langsung menyerang korban.

Anggi berkata, pelaku diduga sudah merencanakan aksi sadisnya tersebut.

Pasalnya disebutkan Anggi, pelaku membawa 2 senjata tajam (Sajam) sekaligus yakni jenis kapak dan parang.

Namun yang digunakan pelaku, adalah kapak.

"Kami sekarang sedang mendalami terkait motif dan kronologinya nanti akan segera kami sampaikan ke rekan-rekan media," sebut Anggi. (*)

Berita Lainnya

Index