Ini Peta Zona Merah Narkoba yang Diserbu Jajaran Polres Bengkalis

Ini Peta Zona Merah Narkoba yang Diserbu Jajaran Polres Bengkalis
Ilustrasi foto (Akal Imitasi)

JURNALMADANI – Kabupaten Bengkalis tampaknya masih harus berjuang ekstra keras melawan gurita peredaran narkotika. Peta kerawanan terbaru yang dirilis Polres Bengkalis melahirkan alarm waspada, terutama bagi kawasan perkotaan dan jalur perlintasan ekonomi.

Berdasarkan data penindakan sepanjang 1 Januari hingga 3 Juli 2026, sejumlah desa dan kelurahan kini resmi menyandang status sebagai titik paling ringkih dari serbuan barang haram tersebut.

Kecamatan Mandau dan Pinggir Jadi Titik Paling Rawan

Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, mengungkapkan bahwa Kecamatan Mandau sejauh ini menduduki kasta tertinggi sebagai wilayah dengan frekuensi pengungkapan kasus paling masif. Di wilayah tersebut, satu kelurahan mencatatkan angka yang sangat mencolok.

"Kecamatan Mandau menduduki kasta tertinggi sebagai wilayah dengan frekuensi pengungkapan kasus paling masif. Di kecamatan ini, Kelurahan Air Jamban mendadak jadi sorotan utama setelah mencatatkan angka mencengangkan dengan 23 kasus terungkap. Tren mengkhawatirkan ini membayangi Kelurahan Babussalam dan Kelurahan Pematang Pudu yang mengekor di posisi bawahnya, masing-masing dengan raihan 15 dan 12 kasus," kata Fahrian, Selasa (7/7/2026).

Tidak jauh dari Mandau, Kecamatan Pinggir merayap naik sebagai kantong peredaran yang tidak kalah aktif. AKBP Fahrian menjelaskan bahwa denyut peredaran di wilayah pedesaan juga mulai terasa pekat.

"Di wilayah Kecamatan Pinggir, Kelurahan Balai Raja mencuat sebagai episentrum utama dengan catatan 10 kasus hukum. Sementara itu, peredaran di wilayah pedesaan juga mulai terasa pekat, terbukti dari Desa Semunai dan Desa Tengganau yang masing-masing harus rela mengantongi catatan 7 kasus terungkap," jelasnya.

Sebaran Kasus di Bathin Solapan dan Wilayah Kepulauan

Pergeseran ke Kecamatan Bathin Solapan memperlihatkan karakteristik kerawanan yang cukup tinggi dan tersebar merata di beberapa desa utamanya.

"Pergeseran ke Kecamatan Bathin Solapan memperlihatkan bahwa wilayah ini memiliki tingkat kerawanan yang merata dan cukup tinggi. Perburuan polisi di Desa Air Kulim membuahkan hasil tertinggi dengan 13 kasus, disusul ketat oleh Desa Sebangar dengan 11 kasus. Melengkapi segitiga rawan di kecamatan ini, Desa Bumbung berada di posisi ketiga dengan akumulasi mencapai 10 kasus narkotika," ucap Fahrian.

Sementara itu, wilayah kepulauan di Kecamatan Bengkalis yang menjadi pusat pemerintahan kabupaten ternyata tidak luput dari status zona merah.

"Desa Kelapapati muncul sebagai wilayah paling dominan di pusat kabupaten tersebut dengan 10 kasus, membawahi Kelurahan Bengkalis Kota yang mencatatkan 9 kasus. Dua wilayah penyangga di sekitarnya, yakni Desa Senggoro dan Wonosari, juga harus diwaspadai karena masing-masing telah menyumbang 6 kasus pidana narkoba," papar Kapolres.

Bisnis Haram Menjalar hingga Perbatasan

Gurita bisnis haram ini nyatanya juga menjalar ke wilayah-wilayah kecamatan lain dengan angka yang bervariasi namun tetap memberikan ancaman yang nyata bagi masyarakat sekitar.

"Tercatat, Kelurahan Sungai Pakning di Bukit Batu mengantongi 7 kasus, diikuti Desa Tasik Serai Barat di Talang Muandau serta Desa Bandar Jaya di Siak Kecil dengan masing-masing 6 kasus. Sedangkan di ujung perbatasan, Desa Tenggayun di Kecamatan Bandar Laksamana mencatatkan 4 kasus," tegas Fahrian.

April Jadi Puncak Tertinggi Pengungkapan Kasus

Secara kumulatif, agresivitas Polres Bengkalis sepanjang paruh pertama tahun 2026 telah menggulung ratusan kasus dengan grafik yang fluktuatif namun mematikan. Puncak perburuan tertinggi terjadi pada bulan April dengan 86 kasus, disusul Mei sebanyak 72 kasus, dan Februari dengan 69 kasus. Dari ratusan penindakan tersebut, korps baju cokelat ini sukses menyita barang bukti fantastis berupa puluhan kilogram sabu serta ribuan butir pil ekstasi.

Fahrian menegaskan posisi geografis Bengkalis yang berhadapan langsung dengan selat internasional bak pisau bermata dua, menjadikannya pintu masuk favorit sindikat global. Menanggapi situasi ini, ia memastikan pihaknya akan memperketat pengawasan.

"Pemetaan wilayah rawan ini akan menjadi kompas bagi kepolisian untuk memperketat patroli, menggelar operasi senyap, sekaligus membakar semangat masyarakat untuk berani melapor. Tidak ada sejengkal tanah pun di Negeri Junjungan yang aman bagi para perusak bangsa," pungkas Fahrian dengan tegas. (mcr)

Berita Lainnya

Index