Sekda Kepulauan Meranti Terima Kunjungan Komisi II DPRD Karimun

Sekda Kepulauan Meranti Terima Kunjungan Komisi II DPRD Karimun

JURNALMADANI – Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, H. Sudandri Jauzah, menerima kunjungan kerja Komisi II DPRD Kabupaten Karimun di Ruang Kerja Sekretaris Daerah, Rabu (29/7/2026) pagi. Pertemuan tersebut tidak hanya membahas peningkatan kualitas pelayanan keprotokolan dan komunikasi pemerintahan, tetapi juga upaya mempermudah akses masyarakat Meranti yang bekerja ke Malaysia.

Sekda Sudandri didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Tengku Arifin dan Kabag Prokopim Setdakab, Afrinal Yusran, Sementara rombongan DPRD Karimun dipimpin Wakil Ketua Komisi II Hasanuddin bersama Anggota Komisi II Sulistina, S.H., dan Aloysius beserta staf pendamping.

 

Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak bertukar pengalaman mengenai penguatan pelayanan keprotokolan, komunikasi pemerintahan, tata kelola informasi publik, hingga berbagai persoalan strategis yang dihadapi daerah perbatasan Indonesia–Malaysia.

Sudandri menjelaskan, salah satu isu yang menjadi perhatian bersama adalah akses keberangkatan masyarakat Meranti yang bekerja di Malaysia melalui Pelabuhan Tanjung Balai Karimun.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti telah mengambil langkah awal dengan menggelar rapat bersama Kantor Imigrasi, KSOP, dan Pelindo untuk mencari solusi yang tetap mengedepankan kemudahan pelayanan tanpa mengabaikan ketentuan yang berlaku.

"Kita sudah mengadakan rapat, dan kita ingin memberikan kemudahan kepada masyarakat Meranti yang ingin berangkat ke Malaysia, namun tetap sesuai dengan aturan yang berlaku," kata Sudandri.

 

Ia berharap komunikasi dan koordinasi lintas instansi terus diperkuat sehingga masyarakat dapat memperoleh kepastian layanan yang lebih baik.

"Semoga kolaborasi ini bisa mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin efektif, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Karimun, Hasanuddin, mengatakan persoalan akses keberangkatan pekerja ke Malaysia juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi di Karimun.

"Hal ini benar adanya. Putaran ekonomi saat ini menjadi lemah sehingga banyak feri yang tidak lagi beroperasi karena tidak mencukupi biaya operasional," ungkapnya.

 

Hasanuddin berharap pertemuan tersebut menjadi awal lahirnya solusi bersama agar mobilitas masyarakat di wilayah perbatasan kembali berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi perekonomian kedua daerah. (rls)

Berita Lainnya

Index