Petani Karet di Pelalawan Mengalami Luka Serius Usai Diserang Beruang Liar

Petani Karet di Pelalawan Mengalami Luka Serius Usai Diserang Beruang Liar
Foto ilustrasi (Akal Imitasi / Gemini)

JURNALMADANI — Seorang petani karet bernama Antono (40) dilarikan ke rumah sakit usai diserang seekor beruang saat bekerja di kebun miliknya di Desa Pangkalan Gondai, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau, pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Korban mengalami luka cakaran serta gigitan di bagian kepala akibat serangan mendadak dari satwa liar tersebut.

Peristiwa penganiayaan oleh satwa liar ini dikonfirmasi langsung oleh pihak kepolisian setempat setelah menerima laporan dari warga. Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, melalui Kapolsek Langgam IPDA Bambang Hermanto, membenarkan insiden yang menimpa warga Jalan Pendidikan, RT 02 RW 03, Desa Pangkalan Gondai itu.

Berdasarkan hasil olah laporan awal kepolisian, insiden tersebut bermula ketika korban sedang beraktivitas sendirian menyadap getah karet. Lokasi kejadian berada di lahan perkebunan milik korban yang terletak di RT 03 RW 02 Dusun Air Putih, KM 53, Desa Pangkalan Gondai.

"Korban diduga diserang secara tiba-tiba oleh seekor beruang saat sedang bekerja di kebun karetnya," ujar IPDA Bambang Hermanto dalam keterangan resminya, Rabu (5/8/2026).

Melihat kondisi korban yang terluka, warga sekitar langsung bergerak cepat mengevakuasi Antono dari area perkebunan menuju fasilitas kesehatan terdekat. Korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Selasih Pangkalan Kerinci untuk mendapatkan tindakan medis intensif dan hingga kini masih menjalani perawatan.

Guna mengantisipasi kejadian serupa, Polsek Langgam telah bergerak melakukan penanganan awal di lapangan. Pihak kepolisian berkordinasi dengan instansi terkait, termasuk Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), untuk memantau keberadaan satwa tersebut di sekitar lokasi perkebunan.

Kepolisian juga mengimbau warga desa dan para pekerja kebun untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di daerah yang berbatasan dengan kawasan hutan. Masyarakat diminta tidak pergi ke kebun seorang diri demi menjaga keselamatan jiwa dari potensi ancaman satwa liar.

"Keselamatan masyarakat menjadi prioritas, sehingga kewaspadaan sangat diperlukan untuk mencegah kejadian serupa," tegas Bambang menutup keterangannya. (mcr)

Berita Lainnya

Index