MT Ingin Lepaskan Masyarakat Kepulauan Meranti dari Isolasi Akses Dagang

Dibaca: 853 kali  Jumat,07 Februari 2020 | 12:31:00 WIB

MT Ingin Lepaskan Masyarakat Kepulauan Meranti dari Isolasi Akses Dagang
Ket Foto : Bakal Calon Bupati Kepulauan Meranti, Mahmuzin Taher, saat berjumpa dengan masyarakat petani, nelayan dan pekerja di tepian Sungai Suir, Kepulauan Meranti, belum lama ini.

MERANTI - Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki potensi komoditi pertanian yang banyak, namun belum memberikan manfaat yang luas dan menggembirakan bagi peningkatan ekonomi masyarakat, karena belum terlepas dari isolasi akses dagang.
 
Hal itu diungkapkan Bakal Calon Bupati Kepulauan Meranti, Mahmuzin Taher (MT), saat berbincang-bincang dengan jurnalis media jurnalmadani.com, terkait kondisi perekonomian masyarakat Kepulauan Meranti saat ini, khususnya para petani dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
 
"Masyarakat petani dan pelaku UMKM harus kita berdayakan untuk lepas dari isolasi akses dagang," ujar putra kelahiran Desa Lalang Tanjung, Kabupaten Kepulauan Meranti ini, yang sukses membangun berbagai usaha di Ibukota Jakarta dan berbagai daerah lainnya di Indonesia.
 
Untuk memberdayakan ekonomi petani dan pelaku UMKM di Kepulauan Meranti, kata Mahmuzin, dibutuhkan peran pemerintah dalam menjaga keseimbangan pasar, seperti dengan mempengaruhi indek harga bahan baku komoditi pertanian masyarakat, salah satunya melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai benteng ekonomi kerakyatan daerah.
 
"Seperti harga komoditi pertanian sagu, karet dan kelapa yang mestinya dapat sesuai dengan fluktuatif harga industri secara layak dan wajar, setelah lepas dari isolasi akses dagang," ungkap Mahmuzin, yang juga pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Pusat ini.
 
Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat itu, lanjut Mahmuzin Taher, penting pula dorongan dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) tangguh yang berorientasi wirausaha atau enterpreneur, dan mampu berkompetisi secara mandiri hingga di luar daerah Kepulauan Meranti.
 
"Sekaligus ini menjadi upaya mengalihkan beban pemerintah daerah, salah satunya seperti dengan memberdayakan para tenaga honorer Pemda ke dunia wirausaha yang terarah dan lebih menjanjikan bagi peningkatan ekonomi keluarganya," jelas Mahmuzin Taher. (santo)
Akses JurnalMadani.com Via Mobile m.JurnalMadani.com