JURNALMADANI – Polres Kepulauan Meranti, Polda Riau, memastikan pada pekan keempat September 2026 belum ditemukan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah hukum Polres Kepulauan Meranti.
Di tengah kondisi tersebut, kepolisian tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla, terutama di wilayah yang memiliki lahan gambut. Patroli dan pencegahan dilakukan bersama unsur terkait melalui pendekatan kolaboratif hingga ke tingkat desa.
Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., mengatakan kondisi zero Karhutla tersebut merupakan hasil dari upaya pencegahan yang dilakukan secara konsisten, bukan dengan menunggu terjadinya kebakaran.
“Prinsip kami adalah cegah sebelum terjadi. Bhabinkamtibmas bersama Babinsa, Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api (MPA) setiap hari melakukan patroli di lahan gambut dan memberikan pemahaman kepada petani agar tidak lagi membuka lahan dengan cara memerun atau membakar,” ujar AKBP Gede, Selasa (29/9/2026).
Menurutnya, pendekatan pencegahan dan edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga wilayah Kepulauan Meranti dari ancaman Karhutla.

Masyarakat, kata dia, juga mulai memahami bahwa membuka lahan dengan cara membakar tidak hanya berpotensi merusak lingkungan dan ekosistem gambut, tetapi juga dapat menimbulkan persoalan hukum.
“Karhutla selain merusak ekosistem, juga berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Karena itu, kami terus mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar,” tegasnya.
Kualitas Udara Baik, Warga Tetap Diminta Waspada ISPA
Meski hingga saat ini kondisi kualitas udara di Kepulauan Meranti masih baik dan tidak terdeteksi asap akibat Karhutla, Polres Kepulauan Meranti tetap mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan potensi gangguan kesehatan, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia.
“Kami imbau kepada seluruh masyarakat, khususnya anak-anak sekolah dan orang tua lanjut usia, agar tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, menjaga kebersihan lingkungan dan memperbanyak konsumsi air putih,” kata AKBP Gede.
Ia menambahkan, kewaspadaan tersebut merupakan langkah antisipasi menghadapi kondisi cuaca dan musim peralihan yang dapat memengaruhi kesehatan masyarakat.
Polres Kepulauan Meranti juga mengingatkan masyarakat untuk segera mendapatkan pelayanan kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan atau keluhan kesehatan lainnya.
Stok BBM di Meranti Dipastikan Aman dan Lancar
Selain Karhutla dan kesehatan masyarakat, Polres Kepulauan Meranti turut memastikan kondisi ketersediaan dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah tersebut tetap aman, lancar dan terkendali.
Tim Polres Kepulauan Meranti melakukan pengecekan langsung ke sejumlah SPBU dan APMS di wilayah Tebing Tinggi dan sekitarnya.
Hasil monitoring menunjukkan ketersediaan BBM bersubsidi maupun nonsubsidi masih mencukupi. Aktivitas pengisian BBM juga berlangsung normal tanpa ditemukan antrean panjang.
“Hasil monitoring kami di lapangan, stok BBM subsidi maupun nonsubsidi cukup. Tidak ada antrean panjang. Distribusi untuk nelayan, petani dan transportasi antarpulau berjalan normal dan tepat sasaran,” ungkap Kapolres.

Menurutnya, monitoring akan terus dilakukan untuk memastikan distribusi BBM tetap berjalan sesuai ketentuan dan kebutuhan masyarakat, terutama bagi sektor yang sangat bergantung terhadap ketersediaan bahan bakar seperti nelayan, petani serta transportasi antarpulau.
Dengan kondisi tersebut, Polres Kepulauan Meranti menyatakan akan terus memperkuat langkah preventif melalui patroli, monitoring dan edukasi masyarakat.
Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga Meranti tetap bebas Karhutla sekaligus memastikan kondisi kesehatan masyarakat dan ketersediaan kebutuhan dasar seperti BBM tetap dalam kondisi aman dan terkendali. (*)