DARI 21 SEKARANG 75 PESERTA

Amrizal Bawa Ling Tien Kung Sasana Al Muhajirin Semakin Diminati

Amrizal Bawa Ling Tien Kung Sasana Al Muhajirin Semakin Diminati
Suasana Kegiatan Senam Ling Tien Kung di Sasana Al Muhajirin Rajawali Sakti Pekanbaru, Sabtu (5/9/2026)

PEKANBARU, jurnalmadani.com.                        — Dari hanya 21 peserta pada awal berdiri, kegiatan Ling Tien Kung di Sasana Al Muhajirin Rajawali Sakti, Pekanbaru, kini berkembang hingga mencapai 75 peserta. Perkembangan tersebut menjadi motivasi bagi pengurus untuk terus memperkenalkan program Eltekers Indonesia Sejahtera kepada masyarakat.


Ketua Harian Eltekers Indonesia Sejahtera Sasana Al Muhajirin Rajawali Sakti Pekanbaru, Amrizal, mengatakan kegiatan Ling Tien Kung di sasana tersebut telah dimulai sejak 10 Januari 2026. Perkembangannya semakin mendapat perhatian masyarakat dan ditandai dengan meningkatnya jumlah peserta.


“Peserta awalnya 21 orang dan sekarang sudah 75 orang,” ujar Amrizal saat kegiatan senam Ling Tien Kung di Sasana Al Muhajirin, Rajawali Sakti, Pekanbaru, Sabtu pagi (5/9/2026).


Menurut Amrizal, Sasana Al Muhajirin kemudian diresmikan secara langsung oleh Ketua DPW Eltekers Indonesia Sejahtera Riau, Ir. H. Irwan Rusli, pada 18 Juli 2026. Sejak saat itu, kegiatan semakin aktif dan masyarakat yang bergabung terus bertambah.


Antusiasme tersebut terlihat dalam kegiatan latihan yang berlangsung Sabtu pagi. Masyarakat Rajawali Sakti mengikuti gerakan Ling Tien Kung dengan penuh semangat di bawah bimbingan instruktur Eltekers Indonesia Sejahtera.


Ketua Umum Eltekers Indonesia Sejahtera, Sasana Al Muhajirin Rajawali Sakti Pekanbaru, Prof. Dr. H. Munzir Hitami, MA, menjelaskan bahwa program tersebut banyak diikuti peserta yang rata-rata sudah tidak muda lagi. Menurutnya, latihan Ling Tien Kung diarahkan untuk mengaktifkan kembali metabolisme tubuh yang tidak aktif.


“Program Eltekers ini rata-rata pesertanya sudah tidak muda lagi dan metabolisme-nya terganggu. Program ini mengaktifkan kembali metabolisme yang tidak aktif tersebut,” kata Munzir.


Ia sendiri mengaku telah mengikuti program Eltekers sebanyak 32 kali. Munzir mengatakan beberapa gerakan memang terasa berat pada awal latihan, tetapi setelah beberapa kali mengikuti latihan, rasa sakit yang dirasakan berangsur hilang.


Sementara itu, Wakil Ketua DPW Eltekers Indonesia Sejahtera Riau yang juga instruktur, Ir. Azril Aziz, MT, menekankan pentingnya kesabaran dalam membimbing peserta.
“Tidak boleh dipaksakan, tapi harus dioptimalkan,” tegas Azril.


Ia berharap keberadaan sasana Eltekers di Riau, khususnya Pekanbaru, terus berkembang. Saat ini terdapat delapan sasana di Kota Pekanbaru dan satu sasana di Lipat Kain.


Azril juga mengungkapkan rencana pelatihan instruktur pada Oktober mendatang. Program tersebut diharapkan melahirkan kader-kader baru sehingga setiap sasana dapat memiliki instruktur sendiri.


Bagi Amrizal, pertumbuhan peserta di Sasana Al Muhajirin bukan sekadar angka. Perkembangan tersebut menjadi dorongan bagi pengurus untuk menjaga konsistensi kegiatan sekaligus memperluas manfaat program kepada masyarakat Rajawali Sakti dan sekitarnya.

Berita Lainnya

Index