Wabup Said Hasyim: Musibah dan Bencana Merupakan Peringatan Allah

Dibaca: 996 kali  Selasa,30 Oktober 2018 | 06:04:00 WIB

Wabup Said Hasyim: Musibah dan Bencana Merupakan Peringatan Allah
Ket Foto : Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Said Hasyim, saat menyampaikan sambutannya

MERANTI - Musibah dan bencana alam seperti yang dituliskan dalam kitab suci Alquran, merupakan peringatan Allah kepada umatnya atas kesilapan yang dilakukan. Musibah datang tak lain adalah akibat ulah tangan manusia yang ingkar terhadap perintah Allah.
 
Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Said Hasyim, dalam sambutannya, pada kegiatan doa bersama, yang dikemas dengan kegiatan penggalangan dana untuk membantu para korban bencana alam, di halaman Kantor Bupati Kepulauan Meranti, belum lama ini.
 
“Bencana merupakan hukum Allah, akibat manusia lalai dan sombong terhadap perintah Allah. Untuk itu mari kita laksanakan perintah Allah dengan tidak menentang hukum Allah, jagalah lingkungan dan perbuatan kita dari hal hal yang dilarang Allah," ucap Wabup Said Hasyim.
 
Untuk itu, Wakil Bupati mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga lingkungan tempat tinggal dari hal yang merusak, seperti prostitusi, narkoba, miras dan obat obatan terlarang, serta perbuatan yang merusak lingkungan, termasuk juga LGBT yang informasinya sudah mulai marak.
 
"Jika menemukan aktifitas prostitusi, narkoba dan perbuatan merusak lingkungan, mari kita ingatkan. Jika tidak bisa diingatkan laporkan pada pihak berwajib, jangan dibiarkan, karena jika dibiarkan dapat memicu terjadinya bencana," ujar Wakil Bupati.
 
Hal senada juga disampaikan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kepulauan Meranti, Mahfud, yang mengajak semua pihak untuk melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya, sebab jika diabaikan bukan tidak mungkin bencana yang dahsyat akan diturunkan Allah.
 
Menurutnya, beberapa hal yang perlu diperhatikan umat agar terhindar dari bencana seperti menjaga hawa nafsu dari hal yang dilarang Allah, jangan sampai harta hanya beredar pada orang berada saja, sementara tidak menyantuni orang miskin dan anak yatim.
 
"Jalankan amanah dengan baik, hindari perbuatan saling menghujat dan menyalahkan, penggunaan narkoba, miras dan obat-obatan terlarang, hindari perzinahan dan lainnya. Mari bersama kita tingkatkan ketaqwaan kepada Allah dengan melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya," ajak Mahfud.
 
Kegiatan itu dilaksanakan sebagai wujud solidaritas dan keprihatinan serta duka cita kepada para korban bencana gempa bumi di Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan Gempa serta Tsunami di Dongala, Sigi dan Palu, Provinsi Sulawesi Tengah.
 
Dana yang dihimpun pada acara itu dikirimkan kepada para korban bencana di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah, dalam rangka membantu para korban bencana di kedua Provinsi tersebut. (rls/red)
Akses JurnalMadani.com Via Mobile m.JurnalMadani.com