Wabup Meranti: Zalim Jika Kita Biarkan Masyarakat Sakit dan Kurang Gizi

Dibaca: 650 kali  Jumat,14 Februari 2020 | 10:52:00 WIB

Wabup Meranti: Zalim Jika Kita Biarkan Masyarakat Sakit dan Kurang Gizi
Ket Foto : Wakil Bupati Said Hasyim saat memperhatikan penandatanganan berita acara hasil Musrenbang tingkat Kecamatan Tebing Tinggi Barat

MERANTI - Wakil Bupati Kepulauan Meranti Said Hasyim mengikuti kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Tebing Tinggi Barat Tahun 2020, bertempat di Aula Kantor Camat, Jalan Raya Alai, Jumat 14 Februari 2020.
 
Pada kesempatan itu Wabup mengingatkan Camat dan Kades lebih peduli pada masalah pembangunan jiwa dan raga masyarakat, apalagi jika terjadi pembiaran terhadap masyarakat yang sakit dan tidak berdaya.
 
Dalam sambutannya, Wabup Said Hasyim juga mengingatkan jangan sampai kegiatan Musrenbang ini hanya bersifat formalitas, tapi benar-benar dapat diserap dan direalisasikan sesuai dengan prioritas dan ketersediaan anggaran.
 
"Bagi yang membutuhkan anggaran besar, diminta kegigihan dari OPD untuk merebut dana-dana yang berada di Provinsi dan Pusat," ujarnya.
 
Dalam menggesa pembangunan di Kecamatan, Wabup meminta dalam Musrenbang jangan hanya membahas masalah infrastuktur tapi juga membahas masalah pembangunan jiwa dan raga serta pembangunan ekonomi masyarakat.
 
"Sebab pembangunan fisik tidak akan ada artinya jika tidak diiringi dengan pembangunan jiwa dan raga masyarakat," ucap Wabup.
 
Lebih jauh dikatakan Wabup, pada dasarnya tujuan akhir dari pembangunan adalah untuk membangun jiwa dan raga masyarakat, bukan hanya bicara masalah fisik infrastruktur. Membangun jiwa dan raga yang dimaksut adalah bagaimana Pemerintah Desa hingga Kecamatan dapat membentuk akhlak dan budi pekerti serta moral masyarakat sebagai prinsip dari pembangunan.
 
"Jika masalah itu dapat diwujudkan, maka negeri ini akan menjadi negeri yang aman, damai dan diberkahi Allah," ujarnya.
 
Karena ukuran dari keberhasilan pembangunan, menurutnya bukan saja ditentukan oleh materi, tapi juga kualitas hidup masyarakat yang beraktifitas dengan hati tenang bebas masalah dan terpenuhi kebutuhan pokoknya.
 
Agar hal ini dapat diwujudkan, Wabup menginstruksikan kepada Pemerintah Desa dan Kecamatan untuk menyisihkan sebagian dananya untuk program pembangunan SDM melalui pendidikan formal di sekolah dan keagamaan.
 
"Saya ingatkan membangun jiwa dan raga masyarakat adalah yang utama, tolong sisihkan dana kita untuk membangun ini, membuat anak anak kita bisa sekolah dengan layak dan mampu menghafal Al-Quran kirimkan ke pesantren yang ada di Meranti maupun luar daerah," jelasnya.
 
Khusus untuk masalah pendidikan ini, Wabup kembali mengingatkan kepada Kades untuk benar-benar memperhatikan masalah pendidikan anak anak usia sekolah di desanya.
 
Kepada Dinas Pendidikan, Wabup mengaku telah meminta untuk mendata semua sekolah yang ada di Meranti, baik fasilitas gedung, tenaga pengajar maupun jumlah murid. Bagi sekolah yang muridnya sedikit dengan tenaga pengajar dan gedung kurang memadai, disarankan untuk digabungkan dan dibangun sebuah sekolah unggul, sehingga menghasilkan pendidikan berkualitas bagi anak-anak Kepulauan Meranti.
 
Yang paling penting ditegaskan Wabup lagi adalah Pemkab Kepulauan Meranti tidak ingin ada anak balita yang stunting atau kurang gizi, ibu hamil yang kurang darah. Disinilah tugas Kepala Desa untuk melaksanakan fungsi pengawasanya kepada masyarakat.
 
"Jangan sampai ada anak-anak kita menjadi stunting, Kepala Desa harus punya data balita di wilayahnya, termasuk juga masyarakat yang sakit, Zalim jika kita membiarkan masyarakat sakit," tegas Wabup.
 
Jika Pemerintah membiarkan generasi penerus Meranti kurang gizi hingga menjadi stunting, maka akan berdampak pada suramnya masa depan Kabupaten Kepulauan Meranti.
 
"Saya tak ingin masyarakat kita menjadi terjajah di negeri sendiri karena ketidakmampuan dan kurangnya pengetahuan, padahal Meranti punya tanah subur, sungai penuh ikan, persoalannya bagaimana kita bisa menggarap semua potensi tersebut, disinilah dibutuhkan generasi penerus yang berkualitas," papar Wabup.
 
Kepada Dinas terkait, diharapkan juga untuk dapat mengembangkan ternak Sapi, Kambing, Ayam dan Bebek, yang diakui belum diprogramkan dengan baik oleh OPD.
 
Untuk mendorong hal ini, Wabup menginstruksikan kepada Desa dan Kecamatan untuk mengaktifkkan lagi PKK Desa begitu juga Posyandu yang saat ini semakin redup.
 
Sekali lagi Wabup memberikan arahan kepada Kades dan Camat, pertama bangun akhlak dan budi pekerti sesuai kebijakan desa masing-masing, dengan memperhatikan ibu hamil dan balita. Kemudian pembangunan ekonomi masyarakat dengan melaksanakan program satu Desa satu produk, misalnya Desa Alai menjadi Centra Produksi Ubi unggul yang diolah menjadi makanan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
 
"Disinilah diperlukan generasi yang pintar yang mampu berkreasi dan berinovasi memanfaatkan semua potensi yang ada untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat," jelasnya lagi.
 
Terakhir kepada seluruh masyarakat, Wabup juga mengingatkan untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan, Pemkab Kepulauan Meranti tak ingin dan jangan sampai gara-gara lingkungan kotor masyarakat jadi tak sehat.
 
Sedangkan kepada pihak perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Kepulauan Meranti, Wabup juga meminta pihak perusahaan untuk dapat menyalurkan dana CSR nya.
 
Sementara itu, Anggota DPRD Kepulauan Meranti, M. Tartib, dalam penyampaian pokok pokok fikiran dewan berharap Musrenbang ini tidak bersifat seremonial, tapi benar benar dapat menyerap usulan pembangunan strategis di wilayah Desa dan Kecamatan untuk direalisasikan di tahun berikutnya.
 
Adapun Pembangunan yang menjadi prioritas, menurut Tartib, adalah Jalan Desa Tenan yang sering diusulkan namun hingga kini belum terealisasi, masalah abrasi di Desa Mekong, Alai dan Insit, peningkatan pendapatan masyarakat di sektor perikanan bukan saja dengan penyediaan alat tangkap tapi juga pembinaan budidaya perikanan.
 
Kemudian sarana dan prasarana pendidikan disertai tenaga pengajar yang minim di Desa Mengkikip dan Tanjung Peranap. Untuk masalah ini Tartib mengingatkan kepada Pemda mendistribusikan guru dan tidak mengizinkan pindah ke ibu kota. (rls)
Akses JurnalMadani.com Via Mobile m.JurnalMadani.com