Madu Kelulut, Madu Asam-Manis yang Punya Banyak Khasiat

Dibaca: 215 kali  Senin,02 Agustus 2021 | 11:18:00 WIB

Madu Kelulut, Madu Asam-Manis yang Punya Banyak Khasiat
Ket Foto : Lebah Kelulut

MERANTI - Beda spesies lebah, maka beda pula jenis madu yang dihasilkannya. Madu kelulut, misalnya, merupakan madu yang dihasilkan dari lebah bukan penyengat sehingga menghasilkan cita rasa yang berbeda dibanding madu pada umumnya.
 
Madu kelulut ialah madu yang dihasilkan dari madu tak bersengat spesies Trigona (Trigona sapiens dan Trigona clypearis) yang bertahan hidup dengan cara menggigit, bukan menyengat.
 
Sementara madu yang lebih banyak dikenal oleh masyarakat merupakan madu dari lebah penyengat spesies Apis (Apis cerana, A. meliafera, A. dorsata, dan lain-lain).
 
Salah satu perbedaan fisik kedua spesies lebah ini dapat dilihat dari bentuk sarangnya. Sarang lebah madu spesies Apis berbentuk heksagonal, sedangkan sarang lebah kelulut berbentuk seperti pot atau kendi bulat yang melintang secara horizontal.
 
Perbedaan madu kelulut dengan madu lainnya
 
Karena kedua madu ini dihasilkan dari jenis lebah yang berbeda, karakteristik madu yang dihasilkan juga berbeda. Berikut beberapa perbedaan madu kelulut dengan madu lainnya:
 
1. Lebih mahal
 
Meski tidak sepopuler madu biasa, budidaya madu kelulut juga memiliki sisi ekonomis bagi peternaknya.
 
Dari harganya, madu kelulut berharga lebih mahal dari madu biasa karena memang lebah kelulut tidak menghasilkan madu yang berlimpah, yakni hanya 100-200 ml saja per 3 bulan.
 
Meskipun demikian, peminat lebah kelulut sangat banyak, lebahnya pun relatif lebih mudah dibudidayakan.
 
Lebah ini tidak bersifat agresif dalam mempertahankan sarangnya sehingga berisiko kecil menimbulkan cedera pada manusia akibat gigitan lebah.
 
2. Rasa lebih asam
 
Madu identik dengan rasanya yang manis, tak terkecuali madu kelulut. Hanya saja, Anda juga akan merasakan sedikit asam pada madu kelulut karena kadar keasaman madu ini mencapai 3,05-4,55.
 
Tekstur madu kelulut juga lebih encer dari madu biasa karena kadar airnya lebih banyak, yakni berkisar antara 30-35 persen. Dari segi fisik, madu kelulut memiliki warna cokelat amber.
 
Selain madu, lebah kelulut juga menghasilkan bee pollen dan propolis yang sering diolah menjadi produk kesehatan karena memiliki manfaat bagi manusia.
 
Bee pollen adalah butiran tepungsari bunga jantan yang merupakan makanan tambahan bagi lebah, sedangkan propolis adalah lem lebah untuk melindungi sarang dari serbuan predator.
 
Kandungan dan manfaat madu kelulut bagi kesehatan
 
Madu kelulut dan madu biasa memang memiliki beberapa perbedaan, namun khasiat mereka untuk kesehatan manusia sama-sama banyak. Berikut beberapa manfaat madu kelulut bagi kesehatan manusia:
 
Antioksidan
 
Madu kelulut memiliki senyawa antioksidan bernama protacatechuic acid (PCA), 4-hydroxyphenylacetic acid, dan serumen. PCA merupakan antioksidan kuat yang terbukti dapat mempercepat penyembuhan luka.
 
Antibakteri
 
Manfaat madu kelulut ini datang dari kandungan hidrogen peroksida, flavonoid, senyawa fenolik, dan peptida antibakterial.
 
Beberapa penelitian mengungkap bahwa konsumsi madu kelulut dapat menyembuhkan infeksi akibat bakteri E. coli, B. subtilis, P. syringae, M. luteus, B. megaterium, dan B. brevis.
 
Hidrogen perokside juga merangsang produksi sitokin yang merupakan respon tubuh untuk membunuh bakteri jahat.
 
Hidrogen peroksida dapat menarik leukosit ke daerah luka serta dapat menstimulasi limfosit B, limfosit T, dan neutrofil untuk melawan bakteri.
 
Antiperadangan
 
Madu kelulut juga mengandung senyawa fenolik yang dapat melawan proses peradangan di dalam tubuh.
 
Fungsi ini mirip dengan reaksi antioksidan yang dapat mencegah terjadinya stres oksidatif yang dapat mengakibatkan munculnya berbagai masalah kesehatan pada tubuh, seperti tumor dan kanker.
 
Selain dapat dikonsumsi apa adanya, madu kelulut juga dapat dijadikan campuran minuman kesehatan sebagai pengganti gula.
 
Beberapa produk kesehatan seperti salep (obat luar) juga sudah menjadikan madu kelulut sebagai salah satu komposisi pembuatnya. (red)
Akses JurnalMadani.com Via Mobile m.JurnalMadani.com