Ketua KPI Kabur dari Program Mata Najwa Jadi Sorotan Netizen

Dibaca: 123 kali  Sabtu,11 September 2021 | 08:32:00 WIB

Ketua KPI Kabur dari Program Mata Najwa Jadi Sorotan Netizen
Ket Foto : Ketua KPI Agung Suprio

JAKARTA - Ketua KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) Agung Suprio menjadi sorotan netizen usai dirinya 'kabur' dari program Mata Najwa dan menyebut serial animasi Upin Ipin sebagai propaganda Malaysia. Alhasil Ketua KPI pun jadi trending topic pada Sabtu (11/9/2021).
 
Cabutnya Ketua KPI dari program yang tayang di Trans 7 setiap Rabu malam itu diungkap langsung oleh Najwa Shihab. Dia mengatakan Agung sejatinya sudah datang ke studio Mata Najwa untuk berdialog soal kasus pelecehan seksual yang terjadi di KPI. Namun tiba-tiba Ketua KPI periode 2019-2022 itu batal naik panggung dan meninggalkan studio Mata Najwa.
 
"Ketua KPI tadi malam sudah hadir di studio Mata Najwa, bahkan sudah siap naik panggung tapi tiba-tiba menolak berdialog ketika pengacara MS, korban di KPI sedang berbicara dan langsung keluar meninggalkan studio," tulis Najwa di akun Instagramnya.
 
Belum habis dibahas soal kabur dari Mata Najwa, Ketua KPI kembali jadi perbincangan hangat netizen setelah pernyataannya soal Upin dan Ipin sebagai propaganda Malaysia.
 
Mulanya Agung mengatakan Indonesia sudah terlalu banyak tontonan yang berasal dari luar negeri. Padahal menurutnya karya anak bangsa tidak kalah kualitasnya jika harus bersaing.
 
Menurutnya Korea Selatan adalah salah satu negara yang berhasil. Tayangan dari negara tersebut dinilai tidak cuma mampu menjadi idola di beberapa negara, tapi bahkan bisa mendatangkan warga dari negara lain untuk berkunjung.
 
Agung kemudian menyinggung soal Upin Ipin. Dia menilai tayangan animasi tersebut salah satu bentuk propaganda Malaysia.
 
"Upin-Ipin itu bisa dikatakan propaganda, propaganda yang positif. Upin-Ipin itu bisa mengenalkan Malaysia atau citra Malaysia kepada dunia luar yang multikultural, sopan, ramah dan religius," kata Agung Suprio dilansir detikHOT.
 
"Ini yang ingin ditampilkan Malaysia kepada dunia luar."
 
Hasilnya, Upin dan Ipin menurutnya mengubah pandangan negara-negara lain kepada Malaysia. Gara-gara itu juga Malaysia kini makin dikenal.
 
"Negara-negara lain punya pandangan positif kepada Malaysia, sehingga bisa meningkatkan sektor pariwisata Malaysia, jadi banyak kemudian orang mancanegara yang datang ke Malaysia," tuturnya.
 
"Jadi propaganda itu di situ maksudnya."
 
Walau pernyataan Agung soal Upin Ipin tidak bermaksud negatif, netizen sudah kadung jengkel dengan Ketua KPI. Apa lagi ada kabar korban pelecehan seksual dipaksa menandatangani surat damai oleh pelaku. (red)
Akses JurnalMadani.com Via Mobile m.JurnalMadani.com