JURNALMADANI - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) memastikan bahwa ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah tersebut masih dalam kondisi cukup dan aman.
Langkah pemantauan distribusi secara intensif terus dilakukan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) guna menjamin kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi di tengah meningkatnya aktivitas warga.
Kepala Disperindag Kepulauan Meranti, Marwan, S.E, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pengecekan lapangan, stok di dua titik pengisian utama di Selatpanjang masih mencukupi.
"Berdasarkan pemantauan yang kami lakukan, ketersediaan BBM di Meranti masih aman dan masyarakat tidak perlu khawatir karena distribusi terus berjalan seperti biasa," ujar Marwan dalam keterangannya kepada pers, Sabtu (7/3/2026).
Secara teknis, Marwan memaparkan data terkini mengenai volume cadangan bahan bakar yang tersedia untuk pelayanan publik. Saat ini, SPBU Alahair tercatat memiliki stok sekitar 270 kiloliter, sementara SPBU Imam Bonjol menyiagakan sekitar 80 kiloliter untuk kebutuhan harian, jumlah yang dinilai masih sangat memadai untuk melayani kendaraan masyarakat.
Guna menjaga stabilitas pasokan, Disperindag terus membangun komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mengantisipasi adanya kendala teknis dalam proses penyaluran.
Marwan menegaskan bahwa koordinasi yang kuat dengan pihak distributor menjadi kunci utama agar tidak terjadi gangguan distribusi yang dapat menghambat aktivitas ekonomi warga di lapangan.
Selain fokus pada stok di SPBU, Marwan juga memberikan peringatan keras kepada para pengecer agar tidak melakukan praktik penimbunan yang dapat merugikan publik.
Ia menekankan agar setelah mendapatkan minyak, para pengecer hendaknya langsung menjualnya kembali kepada konsumen guna menghindari potensi kelangkaan buatan di tingkat bawah.
Kekhawatiran terhadap praktik spekulasi ini bukan tanpa alasan, sebab penimbunan dinilai dapat memicu kepanikan dan mengganggu rantai distribusi yang sudah terjadwal.
"Kalau ada yang menimbun tentu akan berdampak pada distribusi dan bisa memicu kelangkaan, karena itu kami minta semua pihak bersama-sama menjaga agar pasokan tetap stabil sesuai kebutuhan," tegas Marwan.
Menanggapi fenomena antrean panjang yang terjadi di Selatpanjang dalam beberapa hari terakhir, pemerintah daerah berencana mengambil langkah strategis untuk mengurai kepadatan.
Salah satu opsi yang sedang dikaji adalah berkoordinasi dengan pengelola SPBU mengenai penambahan jam operasional, sehingga masyarakat memiliki fleksibilitas waktu yang lebih luas saat melakukan pengisian.
Langkah pengawasan ini juga didukung penuh oleh Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, yang turun langsung meninjau kondisi SPBU pada Jumat (6/3/2026) kemarin.
Dari hasil monitoring tersebut, Muzamil mengonfirmasi bahwa meski antrean terlihat memanjang, stok fisik bahan bakar sebenarnya tetap tersedia dan proses distribusi berjalan tanpa kendala berarti.
Muzamil juga membawa kabar baik mengenai penguatan cadangan energi daerah dalam waktu dekat. Ia menyebutkan bahwa pada tanggal 11 Maret mendatang, akan ada tambahan pasokan sebesar 300 kiloliter yang masuk ke Kepulauan Meranti, sehingga ketahanan stok akan semakin kokoh untuk menghadapi lonjakan permintaan di masa mendatang.
Melihat dinamika di lapangan, Muzamil kembali mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.
Menurutnya, menyimpan BBM dalam jumlah besar di rumah tidak hanya mengganggu distribusi bagi warga lainnya, tetapi juga berisiko dari sisi keamanan dan keselamatan lingkungan.
Di sisi lain, keresahan mulai dirasakan oleh para pekerja sektor transportasi, seperti yang diungkapkan oleh Ketua Becak Ojek Terminal Selatpanjang (BOTS), Evisal. Ia melaporkan bahwa banyak kios eceran yang mulai kosong, yang mengakibatkan para penarik becak motor harus bergantung sepenuhnya pada SPBU dengan risiko menghadapi antrean yang mengular.
Evisal mengeluhkan terbatasnya waktu operasional pengisian yang dirasa belum optimal bagi para pekerja lapangan yang memiliki jam operasional hingga malam hari.
"Di SPBU memang masih buka, tapi antreannya panjang. Bukanya juga hanya siang sampai sore saja, sedangkan malam sudah tutup," keluh Evisal sembari berharap ada solusi nyata agar operasional harian mereka tidak terganggu.
Menanggapi situasi di tingkat regional, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, memastikan pasokan energi untuk wilayah Sumatera Bagian Utara tetap terjaga.
Ia menyatakan bahwa Pertamina telah melakukan berbagai langkah antisipasi, mulai dari build up stock hingga penguatan sarana distribusi menjelang Ramadan dan IdulFitri.
Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat guna memitigasi dampak situasi geopolitik global terhadap ketahanan energi nasional.
Dengan adanya komitmen dari Pertamina dan pengawasan ketat dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, masyarakat diharapkan tetap menjalankan aktivitas secara normal tanpa perlu menimbun dan mencemaskan ketersediaan bahan bakar. (mcr)
.jpg)