JURNALMADANI – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau menargetkan penerimaan zakat pada tahun 2026 sebesar Rp70,4 miliar. Target tersebut meningkat sekitar Rp10 miliar dibandingkan capaian pada tahun 2025.
Ketua Baznas Provinsi Riau, H. Masriadi Hasan, menyampaikan hal itu usai kegiatan Gerakan Membayar Zakat yang diikuti Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Riau pada Jumat (13/3/2026).
Menurutnya, Baznas Riau terus mengoptimalkan potensi zakat yang ada di masyarakat. Ia juga berharap dukungan dan doa dari seluruh masyarakat agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai.
“Target penerimaan zakat tahun 2026 sebesar Rp70,4 miliar. Itu sekitar Rp10 miliar lebih tinggi dibandingkan tahun 2025. Kita mohon doa masyarakat Riau agar kita bisa mengumpulkan zakat yang sudah kita targetkan ini, karena potensi kita masih banyak,” ujar Masriadi.
Ia menjelaskan, Baznas memiliki peran sebagai mitra pemerintah dalam pengelolaan zakat. Karena itu, berbagai program yang dijalankan juga selaras dengan program pemerintah, namun tetap disesuaikan dengan ketentuan syariat dan hukum zakat.
“Posisi Baznas itu mitra pemerintah, artinya tangan kirinya pemerintah. Maka semua program yang kita buat mengadopsi program pemerintah dalam konteks penzakatan yang kita sesuaikan dengan syariat zakat dan sesuai hukum zakat serta penerima-penerima zakat,” jelasnya.
Masriadi juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini pengumpulan zakat masih terus berjalan. Mengingat saat ini masih memasuki bulan Maret, jumlah zakat yang terkumpul biasanya belum mencapai puncaknya.
“Karena ini masih bulan Maret, biasanya zakat yang masuk lebih kurang Rp4,5 miliar dalam satu bulan. Artinya sampai bulan ketiga, sekitar Maret ini, bisa mencapai sekitar Rp10 sampai Rp11 miliar,” katanya.
Sementara, Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Zulkifli Syukur, mengatakan bahwa Baznas Riau selama ini berhasil mencatatkan prestasi di tingkat nasional dalam pengelolaan zakat. Bahkan, lembaga tersebut kerap mendapatkan penghargaan dari Badan Amil Zakat Nasional.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran aktif para ASN Pemerintah Provinsi Riau yang secara konsisten menyalurkan zakat.
“Alhamdulillah setiap tahun Baznas Riau ini selalu mendapatkan penghargaan terbaik di Indonesia dan mendapat apresiasi dari Baznas Pusat. Hal ini karena telah berhasil mengumpulkan dana zakat kurang lebih Rp60 miliar dalam waktu satu tahun,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa mayoritas dana zakat yang dihimpun Baznas Riau berasal dari payroll sistem gaji pegawai. Zakat yang dikumpulkan tersebut kemudian disalurkan melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan masyarakat yang menjangkau seluruh wilayah Bumi Lancang Kuning.
“Dari seluruh dana yang terkumpul tersebut hampir 95 persen itu berasal dari ASN Provinsi Riau. Jadi artinya, melalui zakat pegawai inilah kami memberikan berbagai bantuan kepada masyarakat penerima manfaat,” jelasnya.
Diungkapkan, program bantuan tersebut meliputi santunan bagi masyarakat kurang mampu, bantuan pendidikan, hingga berbagai program sosial yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menegaskan bahwa zakat dari para ASN bukan hanya sekadar kewajiban keagamaan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Ia menilai, kontribusi pegawai Pemprov Riau dalam program zakat ini telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama bagi kelompok mustahik yang membutuhkan bantuan ekonomi. Asisten I Zulkifli, berharap, hal tersebut dapat menjadi motivasi bagi muzakki lainnya agar semangat untuk bersedekah dan melakukan zakat. (mcr)

.jpg)