JURNALMADANI - Maraknya pencurian komponen fasilitas umum di Kota Pekanbaru, Riau, kini mendorong pemerintah untuk menguatkan peran masyarakat, terutama dalam hal pelaporan cepat.
Pasalnya, aksi pelaku yang berpindah-pindah lokasi membuat pengawasan tidak bisa hanya mengandalkan aparat.
Beberapa kejadian terakhir menunjukkan dampak nyata di lapangan. Di Jalan Sekolah, Kecamatan Payung Sekaki, kabel dan panel lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) hilang, menyebabkan ruas jalan gelap saat malam hari. Kondisi ini dinilai membahayakan pengguna jalan.
Selanjutnya, meteran traffic light di simpang Jalan Bukit Barisan-Imam Munandar, Kecamatan Bukit Raya, juga dilaporkan dicuri. Kehilangan perangkat tersebut berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas di kawasan padat.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menegaskan bahwa pola pencurian yang berpindah-pindah membuat deteksi dini menjadi sangat penting.
Karena itu, ia menekankan pentingnya keterlibatan warga dalam melaporkan setiap kejadian mencurigakan.
“Kita perlu partisipasi masyarakat, karena yang diambil ini kadang di Rumbai, nanti pindah lagi di Bukit Barisan, pindah lagi yang di Jalan SM Amin, terus di Panam,” ujarnya dikutip Rabu (22/4/2026).
Ia memastikan, pemerintah telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan mendorong dinas terkait untuk aktif membuat laporan agar penanganan bisa lebih cepat.
“Saya terus koordinasi dengan kepolisian, sudah minta Kadishub buat laporan lagi, buat laporan lagi,” tambahnya.
Sebagai langkah konkret, masyarakat diminta memanfaatkan layanan Tim Reaksi Cepat (TRC) 112 untuk melaporkan jika melihat aksi pencurian atau aktivitas mencurigakan di fasilitas umum.
"Hubungi 112, laporan yang cepat diharapkan bisa membantu aparat bergerak lebih sigap dan mencegah kejadian serupa di lokasi lain," tandasnya. (mcr)

.jpg)