JURNALMADANI – Fajar Novario terpilih sebagai pemenang sayembara desain logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) tahun 2026.
Pemerintah melalui Kementerian Sekretariat Negara resmi mengumumkan logo HUT ke-81 RI pada Senin (29/6/2026).
Sayembara tersebut diikuti oleh 124 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Setelah melalui proses kurasi yang melibatkan Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Sekretariat Negara, dan Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI), terpilih lima karya terbaik yang kemudian dipilih langsung oleh masyarakat melalui mekanisme pemungutan suara.
Lima finalis tersebut adalah David Wirawan P. (Surakarta), Fajar Novario (Padang), Kanda Putra (Denpasar), Rizkiawan (Malang), dan Tiffany Djohan (Batam).
Berdasarkan hasil pemungutan suara, karya Fajar Novario meraih dukungan terbanyak dengan perolehan 44,73 persen dari total suara.

"Selamat kepada Saudara Fajar Novario. Karya Anda ditetapkan sebagai logo Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tahun 2026," ujar Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro.
Atas kemenangannya, Fajar berhak menerima hadiah sebesar Rp100 juta.
Selain itu, Presiden Prabowo Subianto juga memberikan apresiasi tambahan kepada lima desainer yang berhasil lolos ke babak final. Sementara itu, 100 masyarakat yang ikut memberikan suara akan memperoleh hadiah masing-masing sebesar Rp8,1 juta dari pemerintah.
Sosok Fajar Novario
Berdasarkan penelusuran Tribunnews.com, Fajar Novario merupakan lulusan Jurusan Desain Komunikasi Visual Universitas Negeri Padang (UNP) angkatan 2024.
Ia juga merupakan salah satu pendiri (co-founder) Auman Design Bureau, sebuah agensi desain yang didirikannya bersama sejumlah rekannya pada 2020.
Mengutip akun LinkedIn Auman Design Bureau, kata "auman" memiliki makna suara lantang, layaknya auman serigala yang bergema kuat.
"Kami mendengarkan dan memahami klien, melakukan analisis serta sintesis, merumuskan inti permasalahan, lalu menyuarakan solusinya melalui pendekatan visual."
"Kami ingin terus berkarya dan berkembang, menciptakan nilai yang dapat terus dikembangkan. Kami senang mendengar, saling memahami, berdiskusi, dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di sekitar kami dengan cara yang khas," tulis agensi desain yang berkantor di Kota Padang, Sumatera Barat tersebut.
Pada 2026, Fajar bersama Auman Design Bureau mengikuti sayembara logo HUT ke-81 RI dan berhasil keluar sebagai juara.
Filosofi Logo HUT ke-81 RI

Dalam merancang logo, Fajar menjadikan prinsip kedaulatan rakyat sebagai landasan utama konsep visual.
"Konsep identitas visual HUT RI ke-81 berangkat dari prinsip kedaulatan rakyat dengan menempatkan rakyat Indonesia sebagai fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur," ujar Fajar, dikutip dari kanal YouTube ADGI Pusat, Senin (29/6/2026).
Untuk menerjemahkan gagasan tersebut, ia mengeksplorasi beragam bentuk visual budaya Nusantara, mulai dari motif batik, pakaian tradisional, bangunan adat, hingga senjata tradisional.
Menurutnya, tidak mudah menemukan benang merah dari kekayaan budaya yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.
"Melalui eksplorasi keberagaman budaya Nusantara, ditemukan kesamaan bentuk dan pola yang menjadi simbol pemersatu."
"Saya mengambil beberapa pola yang saling menyilang, saling bertumpang tindih, saling terhubung, dan bersifat simbolis," jelasnya.
Fajar menjelaskan, angka delapan pada logo merepresentasikan semangat kolektif dan gotong royong.
Bentuknya yang saling menyilang melambangkan sinergi serta koneksi, sedangkan keterkaitan angka delapan dengan angka satu bermakna pertumbuhan menuju satu tujuan bersama.

"Jika kedaulatan rakyat adalah tiangnya, maka Pancasila adalah fondasinya. Jika logo 81 merupakan representasi dari kedaulatan rakyat, semangat kolektif, gotong royong antar lapisan masyarakat, sinergi, koneksi membangun negeri, dan bertumbuh dengan satu tujuan yang sama, maka supergraphic-nya menjadi pengawal, pembentuk, sekaligus pengatur agar logo tetap berada pada koridor yang sama," paparnya.
Ia menambahkan, logo tersebut tersusun dari berbagai pola yang memiliki makna filosofis.
Pola pertama diambil dari bentuk perisai adat yang dirajut saling menyilang dan bertumpang tindih sebagai representasi kekuatan rakyat.
Kemudian terdapat pola rantai yang melambangkan sila kedua Pancasila, yakni kemanusiaan yang adil dan beradab, sekaligus menggambarkan hubungan yang saling terhubung dan saling menguatkan.
Selain itu, terdapat bentuk bunga kapas yang menjadi simbol kesejahteraan sebagaimana tercermin dalam sila kelima Pancasila.
"Dan semua itu menjadi cita-cita kita yang saya kemas ke dalam suatu sistem identitas visual," tegas Fajar. (*)


.jpg)