Mentan Amran: Pertumbuhan Ekonomi Sektor Pertanian Mengalami Peningkatan

Mentan Amran: Pertumbuhan Ekonomi Sektor Pertanian Mengalami Peningkatan

JURNALMADANI - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa saat ini kinerja sektor pertanian mengalami pertumbuhan yang positif dan mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Mentan Amran menyebutkan, berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Nilai Tukar Petani (NTP) pada Mei 2026 mencapai 127,73 atau naik 1,99 persen dibandingkan April 2026.

Jelas dia, angka 127 persen NTP ini merupakan angka yang sangat tinggi selama 34 tahun terakhir. "Pertumbuhan ekonomi sektor pertanian sesuai data BPS naik 5,74 persen, tertinggi selama 25 tahun. Itu berkat kerja keras para petani dan nelayan seluruh Indonesia, " katanya saat menyampaikan laporan dalam kegiatan Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan XVII tahun 2026 disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (24/6/26).

Mentan melanjutkan, selain Nilai Tukar Petani yang mengalami peningkatan, ekspor pertanian juga naik sebesar Rp166 Triliun. Kemudian jelasnya, karena sudah tidak impor beras medium lagi, maka nilai impor turun Rp41 Triliun, jadi total keuntungan petani sebesar Rp200 Triliun.

Sementara itu terangnya, hilirisasi bidang pertanian terus dilakukan dan terus berjalan, maka dia menargetkan hilirisasi pertanian bisa menciptakan lapangan kerja sampai 2029 minimal tiga juta orang.

"Badan Pangan Dunia (Food and Agriculture Organization/FAO) dalam rilis laporan terbarunya mendudukkan Indonesia sebagai negara produsen beras tertinggi di Asia Tenggara (ASEAN). Sementara di tingkat global, Indonesia berhasil melesat ke peringkat keempat dunia, pengumuman FAO produksi kita tertinggi nomor 4 dunia mencapai 38 juta ton," ujar dia.

Selanjutnya, Mentan Amran mengungkapkan, beberapa waktu lalu harga TBS sawit mengalami penurunan, namun saat ini harga TBS kembali normal. Bahkan jelasnya, bila perlu harga TBS mengalami kenaikan sebesar 10 persen.

Sebab jelasnya, ada sekitar 15 juta petani sawit yang ada di seluruh Indonesia yang harus disejahterakan, maka dari itu harga TBS harus stabil dan bila perlu mengalami kenaikan.

"Baru baru ini harga sawit turun, Alhamdulillah TBS sekarang normal kembali bila perlu naik 10 persen dari sebelumnya. Kami bekerja sama dengan Kapolri, ada 274 (perusahaan) yang awalnya tidak menaikkan itu sudah kita tindak lanjuti," ujarnya. (mcr)

Berita Lainnya

Index