JURNALMADANI - Pemerintah Indonesia terus memperkuat arah pembangunan ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui kebijakan terbaru, pemerintah menyesuaikan struktur sektor ekonomi kreatif agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, perubahan perilaku pasar, serta kebutuhan industri di masa depan.
Langkah tersebut diwujudkan melalui Peraturan Presiden Nomor 37 Tahun 2026 tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026-2045 yang secara resmi memperluas cakupan ekonomi kreatif menjadi 21 subsektor. Empat subsektor baru turut dimasukkan sebagai respons atas pesatnya transformasi digital dan munculnya berbagai profesi kreatif baru.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengatakan bahwa Rindekraf 2026-2045 menghadirkan pendekatan baru dalam pengelompokan subsektor ekonomi kreatif. Menurutnya, penyusunan tersebut bertujuan agar pengembangan setiap subsektor lebih terarah sesuai karakteristik industrinya.
"Perpres Nomor 37 Tahun 2026 tentang Rindekraf 2026-2045 menghadirkan struktur ekonomi kreatif yang lebih adaptif melalui pengelompokan 21 subsektor ke dalam empat klaster utama," dikutip dari akun Instagram @ekraf.ri, Jumat (17/07/2026).
Dijelaskan, kebijakan tersebut menjadi fondasi penting dalam penyusunan program pengembangan ekonomi kreatif secara nasional. Pemerintah berharap setiap daerah dapat memanfaatkan klasifikasi baru tersebut untuk mengembangkan potensi kreatif yang dimiliki.
"Langkah ini menjadi fondasi penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, meningkatkan daya saing pelaku usaha, serta mendorong lahirnya inovasi di berbagai daerah," jelasnya.
Pembagian ini membantu pengembangan setiap subsektor agar lebih sesuai dengan karakteristik dan perkembangan industrinya. Klaster Seni dan Budaya 5 subsektor, Klaster Desain 5 subsektor, Klaster Teknologi dan Konten Digital 5 subsektor, Klaster Media dan Distribusi Kreatif 6 subsektor.
Klaster Seni dan Budaya (Kuliner, Kriya, Seni Rupa, Seni Pertunjukan, dan Fesyen)
Kuliner:
Subsektor ini memadukan kreativitas, cita rasa, dan nilai budaya menjadi makanan dan minuman bernilai tambah. Contoh produk dari Subsektor Kuliner yaitu kuliner Nusantara, roti, kopi, dessert. Yang ada di baliknya tentu koki, barist, baker, dan food stylist.
Kriya:
Subsektor Kriya mencakup pembuatan berbagai produk kerajinan yang mengutamakan keterampilan, fungsi, dan nilai seni. Contoh produk dari Subsektor Kriya seperti keramik, tenun, anyaman, dan ukiran kayu. Dibalik itu subsektor ini tentunya ada perajin keramik, penenun, perajin rotan dan perajin kayu.
Seni Rupa:
Subsektor ini meliputi berbagai karya visual yang menjadi media ekspresi, komunikasi, dan apresiasi seni. Contoh produk dari Subsektor Seni Rupa seperti lukisan, patung, ilustrasi, hingga mural. Yang ada dibalik ini yaitu pelukis, ilustrator, pematung, dan seniman visual.
Seni Pertunjukan:
Subsektor ini mencakup setiap bagian dari suatu pertunjukan seni yang memadukan gerak, musik, dan ekspresi kepada penonton. Contoh produk dari Subsektor Seni Pertunjukan terdapat tari, teater, wayang, konser. Yang ada di balik itu penari, aktor, koreografer dan dalang.
Fesyen:
Subsektor ini mencakup dari perancangan busana sampai dengan aksesorisnya yang memadukan kreativitas, fungsi, dan identitas menjadi produk mode bernilai tambah. Contoh produk dari Subsektor Fesyen seperti baju, sepatu, tas, perhiasan. Siapa di baliknya? perancang busana, pattern maker, stylist, perancang perhiasan.
Klaster Desain (Arsitektur, Desain Interior, Desain Komunikasi Visual, Desain Produk, Modifikasi Otomotif)
Arsitektur:
Subsektor ini mencakup proses perencanaan dan perancangan bangunan maupun kawasan yang memperhatikan fungsi, estetika, serta keberlanjutan. Contoh produk dari Subsektor Arsitektur yaitu rumah, gedung, museum, ruang publik. Siapa di baliknya? arsitek, urban designer, landscape architect, dan drafter.
Desain Interior:
Subsektor ini meliputi proses perencanaan dan perancangan ruang interior agar fungsional, nyaman, serta sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Contoh produk dari Subsektor Desain Interior yaitu lobi hotel, kafe, ruang kerja, apartemen. Yang ada dibalik ini tentu Desainer Interior, Space Planner, Furniture Stylist, Interior Drafter.
Desain Komunikasi Visual:
Subsektor ini mencakup penciptaan karya komunikasi visual untuk menyampaikan pesan dan membangun identitas. Contoh produk dari Subsektor Desain Komunikasi Visual seperti logo, desain kemasan, poster, konten media sosial. Pekerja dibalik ini terdapat desainer grafis, ilustrator, brand designer, motion designer.
Desain Produk:
Subsektor ini menghasilkan berbagai produk yang memperhatikan seni, fungsi, dan inovasi. Contoh produk dari Subsektor Desain Produk seperti furnitur, lampu, peralatan rumah tangga, hingga gadget. Dibalik ini semua ada product designer, industrial designer, prototype designer, dan furniture designer.
Modifikasi Otomotif:
Subsektor ini mencakup pengembangan dan modifikasi kendaraan melalui kreativitas, inovasi, dan keterampilan. Contoh produk dari Subsektor Modifikasi Otomotif yaitu mobil modifikasi, motor custom, livery, body kit. Siapa di baliknya? custom builder, automotive designer, dan painter fabricator.
Klaster Teknologi dan Konten Digital (Gim, Aplikasi, Teknologi Baru, Konten Digital, Sulih Suara)
Gim
Subsektor ini meliputi pengembangan berbagai jenis permainan yang menggabungkan kreativitas, teknologi, sampai dengan pengalaman bermain. Contoh produk dari Subsektor Pengembangan Gim seperti mobile game, PC game, card game, board game. Dibalik ini semua tentu ada game designer dan game progammer, game developer, dan game animator.
Aplikasi:
Subsektor ini mencakup pengembangan perangkat lunak yang menghadirkan berbagai solusi digital bagi masyarakat maupun industri. Contoh produk dari Subsektor Aplikasi yaitu aplikasi e-commerce, e-wallet, aplikasi edukasil aplikasi transportasi online. Dibalik ini ada sosok pengembang perangkat lunak, desainer UI, desainwr UX, dan mobile developer.
Teknologi Baru:
Subsektor ini menghadirkan sebuah inovasi berbasis teknologi mutakhir untuk menjawab kebutuhan dan tantangan di masa depan. Contoh produk dari Subsektor Teknologi Baru yaitu artificial intelligence (AI), blockchain, Internet of Things (IoT), big data. Siapa di baliknya? Al engineer, blockchain developer, data scientist, dan mobile developer.
Konten Digital:
Subsektor ini menghasilkan berbagai karya kreatif yang didistribusikan melalui platform digital. Contoh produk dari Subsektor Konten Digital yaitu video pendek, live commerce, podcast, live streaming. Yang ada dibalik ini tentu conten creator, affliator, live host, dan streamer.
Sulih Suara:
Subsektor ini mencakup pengisian suara untuk berbagai karya audio maupun audiovisual. Contoh produk dari Subsektor Sulih Suara terdapat pada film animasi, gim, audiobook. Orang-orang dibalik ini disebut voice actor, dubbing director, audio engineer, dan sound editor.
Klaster Media dan Distribusi Kreatif (Film, Animasi, dan Video, Periklanan, Musik, Televisi dan Radio, Penerbitan, Fotografi) Film, Animasi, dan Video:
Subsektor ini meliputi semua bagian dari proses penciptaan audio dan visual yang diterjemahkan menjadi satu karya sinematik atau visual interaktif. Contoh produk dari Subsektor Film Animasi dan Video yaitu film, animasi, video, dokumenter. Dibalik ini terdapat sutradara, animator, editor, dan sinematografer.
Periklanan:
Subsektor ini menghadirkan komunikasi kreatif untuk membangun merek dan menyampaikan pesan kepada audiens. Contoh produk dari Subsektor Periklanan yaitu iklan digital, TVC, billboard, kampanye. Sosok yang ada dibaliknya tentu copywriter, art director, media planner, dan creative strategist.
Musik:
Subsektor ini mencakup penciptaan, produksi, hingga distribusi karya musik di berbagai platform. Contoh produk dari Subsektor Musik yaitu lagu, album, musik latar, musik tradisional. Adapun sosok dibaliknya terdapat musisi, penyanyi, komposer dan produser musik.
Televisi dan Radio:
Subsektor Televisi dan Radio mencakup rangkaian proses penyajian berbagai program informasi, edukasi, dan hiburan kepada masyarakat. Contoh produk dari Subsektor Televisi dan Radio yaitu program televisi, program radio, talk show, berita. Sosok dibaliknya terdapat presenter, penyiar, produser, dan reporter.
Penerbitan:
Subsektor Penerbitan menghasilkan berbagai karya tulis yang dapat disebarluaskan dalam berbagai format. Contoh produk dari Subsektor Penerbitan seperti buku, e-book, majalah, komik. Sosok dibaliknya antara lain penulis, editor, ilustrator, dan penerbit.
Fotografi:
Subsektor Fotografi ini melahirkan karya visual untuk mengabadikan momen hingga menyampaikan cerita melalui gambar. Contoh produk dari Subsektor Fotografi seperti foto komersial, foto mode, foto jurnalistik, dokumentasi. Sosok dibaliknya yaitu fotografer, fotografer junalistik, editor foto, dan retoucher.(mcr)


.jpg)