JURNALMADANI - Lembaga pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian masa pidana, tetapi juga memastikan warga binaan mampu kembali menjalani kehidupan secara mandiri dan produktif di tengah masyarakat. Karena itu, proses pembinaan menjadi bagian penting dalam menyiapkan warga binaan agar dapat kembali berkontribusi setelah menyelesaikan masa hukumannya.
Dalam membaca arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, mengatakan keberhasilan pemasyarakatan harus dilihat dari kemampuan seseorang untuk kembali ke lingkungan sosial tanpa mengulangi tindak pidana. Menurutnya, keberhasilan tersebut membutuhkan dukungan dan sinergi dari berbagai pihak.
"Keberhasilan pemasyarakatan bukan hanya ketika seseorang selesai menjalani pidana, melainkan ketika ia mampu kembali ke masyarakat, hidup mandiri, produktif, dan tidak mengulangi tindak pidana. Keberhasilan ini membutuhkan sinergi dari jajaran petugas pemasyarakatan, keluarga, pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat," ujar Plt Gubri SF Hariyanto, Senin (17/08/2026).
Dituturkan bahwa dukungan keluarga dan lingkungan menjadi faktor penting dalam proses reintegrasi sosial warga binaan. Selain itu, ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran petugas Lapas yang selama ini menjalankan tugas pembinaan dan pelayanan kepada warga binaan.
"Pada kesempatan ini, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran pemasyarakatan atas dedikasi dan pengabdiannya. Terus jaga profesionalisme dan integritas," tuturnya.
Dijelaskan, seluruh petugas pemasyarakatan dapat menjaga kepercayaan masyarakat dengan menjalankan tugas sesuai ketentuan. Ia menegaskan tidak boleh ada petugas yang terlibat dalam berbagai bentuk pelanggaran, terutama yang berkaitan dengan narkotika dan penyalahgunaan kewenangan.
"Tidak ada ruang dan tidak ada toleransi bagi keterlibatan petugas dalam peredaran gelap narkotika, penyalahgunaan wewenang, pungutan liar, praktik percaloan, penyelundupan barang terlarang, maupun pelanggaran lainnya yang mencederai kepercayaan masyarakat," jelasnya.
Diungkapkan, integritas petugas menjadi salah satu fondasi utama dalam membangun sistem pemasyarakatan yang kredibel. Pengawasan dan pembenahan internal harus terus dilakukan agar seluruh proses pembinaan berjalan secara profesional, transparan, dan tetap menjunjung nilai kemanusiaan.
"Mari kita jadikan momentum Hari Kemerdekaan ini untuk memperkuat semangat perubahan, memberikan kesempatan kedua, serta membangun sistem pemasyarakatan yang semakin profesional, akuntabel, humanis, dan berintegritas," ungkapnya.
Plt Gubri SF Hariyanto berharap semangat kemerdekaan dapat menjadi energi bersama untuk memperkuat pembangunan nasional, termasuk melalui sistem pemasyarakatan yang mampu memberikan kontribusi terhadap terciptanya masyarakat yang aman, adil, dan sejahtera. Ia mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kolaborasi demi menciptakan proses reintegrasi sosial yang lebih baik.
"Dengan semangat Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur, mari kita berkontribusi mewujudkan Indonesia yang semakin maju, berkeadilan, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045. Dirgahayu Negara Kesatuan Republik Indonesia, Merdeka," pungkasnya.(mcr)


.jpg)