Soal Siswa SMA Rohul Viral di Medsos,

Komisi V DPRD Riau Minta Disdik Riau Usut Tuntas dan Berikan Sanksi

Dibaca: 141 kali  Selasa,05 Mei 2020 | 05:45:00 WIB

Komisi V DPRD Riau Minta Disdik Riau Usut Tuntas dan Berikan Sanksi
Ket Foto : Eddy A Mohd Yatim, Ketua Komisi V DPRD Riau

PEKANBARU- Ketua Komisi V DPRD Riau  Eddy A Mohd Yatim, S.Sos, M.Si menyesalkan aksi tak senonoh siswi SMA Negeri 1 Kunto Darussalam, merayakan kelulusan yang saat ini viral di media sosial. Aksi yang dilakukan pelajar tersebut sangat miris sekali, terlebih dalam suasana Ramadan serta masih dalam situasi wabah Covid-19.
 Pihaknya, meminta Dinas Pendidikan Riau mengusut tuntas dan memberikan sanksi, biar kejadian yang sama tidak terulang lagi.
 
“Saya terkejut ketika mendapat kiriman video perayaan kelulusan siswa SMA itu. Seketika viral dan menjadi isu nasional. Saya pikir kita harus lakukan evaluasi dan segera mengurai benang kusut kasus ini. Sebab, ini benar-benar melukai perasaan kita sebagai orang Riau," tegas Eddy Yatim.
 
Sebagai komisi yang membidangi masalah pendidikan, Edy menilai banyak  pihak yang kecolongan dengan munculnya kasus ini. Pihaknya tidak ingin menimpakan kesalahan kepada siswa dan pihak sekolah, tapi mari dijadikan pelajaran berharga agar tidak terulang kembali di Provinsi Riau yang dikenal sebagai negeri Melayu yang memiliki nilai-nilai kesantunan.
 
Mencermati kronologi kejadiannya, kata Eddy Yatim lagi, sekolah mengumumkan hasil kelulusan pada malam hari. Kemudian para siswa melakukan perayaan pada sore harinya di bulan Ramadhan. "Ini kan ada sesuatu yang aneh. Pihak sekolah sudah berusaha bersikap antisipatif, namun para siswa bisa mengkoordinir kebersamaan dan melakukan perbuatan yang tidak patut dalam merayakannya," urai Eddy Yatim.
 
Sekretaris DPD Partai Demokrat Provinsi Riau ini bukan tidak sepakat meminta pihak terkait memberikan sanksi tegas kepada siswa atau pihak sekolah. Namun ini kan menyangkut masa depan anak didik dan pihak sekolah. 
 
"Kita menyesalkan kejadian ini dan meminta Dinas Pendidikan Provinsi Riau membentuk tim investigasi untuk mengurai persoalan ini. Setelah itu, baru nanti kita minta ada sanksi tegas. Agar kedepannya, peristiwa yang mencoreng marwah Riau ini, tidak lagi terjadi. Yah, kalau diikutkan emosi, kita minta Kepseknya dipecat dan siswanya ditunda kelulusannya, tapi itukan bukan sebuah tindak yang bijak untuk masa depan siswa dan sekolah," tutup Eddy Yatim lagi.
 
Sementara itu Laksmana Heri dari Forum Anak Kemenakan (FAK) Rohul sepakat untuk diberikan sanksi atau pun pembinaan kepada siswa yang bersangkutan. Hal ini sangat mencoreng nama baik daerah, terlebih Rohul terkenal dengan negeri yang agamis dan beradat.
 
"Mari betul-betul kita tegakkan norma adat yang sudah mengakar dan turun temurun berada di tengah masyarkat kita. Harus ada efek jeranya, kalau tidak perilaku yang sama bakal terulang kembali. Sebab, tradisi merayakan kelulusan ini susah menghilangkannya di kalangan anak SMA," ujarnya. (Faisal)
 
Akses JurnalMadani.com Via Mobile m.JurnalMadani.com