Pemkab Rokan Hilir Kembangkan Pesona Budaya dan Wisata

Dibaca: 2356 kali  Kamis,12 Oktober 2017 | 12:21:00 WIB

Pemkab Rokan Hilir Kembangkan Pesona Budaya dan Wisata
Ket Foto : Bupati Rohil Suyatno memaparkan potensi wisata daerah

ROKAN HILIR - Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau memiliki potensi beragam pesona budaya dan wisata yang menggiurkan. Wilayah kabupaten yang lebih dikenal dengan julukan Negeri Seribu Kubah itu kini terus berbenah menuju kemajuan yang tak kalah dengan daerah lain.

Perkembangan pembangunan yang diiringi peningkatan jumlah penduduk dari waktu ke waktu, sehingga potensi budaya dan wisata yang sebelumnya kurang diperhatikan, kini sebaliknya menjadi icon menarik untuk dilirik. Salah satunya cerita budaya khas seperti Ritual Bakar Tongkang yang jadi agenda wisata tahunan.

Ritual Bakar Tongkang yang juga di kenal sebagai Upacara Bakar Tongkang, ternyata mampu menyedot perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara. Dikisahkan, ratusan tahun lalu masyarakat tionghoa yang tersesat di laut, akhirnya sampai di tanah harapan (Bagansiapiapi) setelah berlayar mengarungi lautan diselamatkan dari kesesatan.

Wisatawan dari berbagai penjuru seperti Jakarta, Malaysia, Singapura, Thailand, Taiwan hingga Tiongkok berdatangan. Pemkab Rokan Hilir (Rohil) pun menjadikan kegiatan tahunan ini sebagai event pariwisata serta promosi daerah.

"Ini terus kita dukung, pelaksanaan Ritual Bakar Tongkang merupakan objek wisata dan budaya yang harus dilestarikan. Saya pikir dengan mengangkat potensi pariwisata daerah mampu mendongkrak perekonomian masyarakat, dan invetasi daerah," ujar Bupati Rohil H Suyatno.



Selain Upacara Bakar Tongkang, Kabupaten Rokan Hilir juga memiliki objek wisata alam yang menggiurkan. Beragam budaya dan objek wisata tersebut ternyata menjadi tujuan menarik bagi wisatawan dan investor, seperti lokasi rekreasi keluarga di Perkantoran Batu Enam di pinggir Sungai Rokan, Pedamaran, Pulau Jemur, Pulau Tilan, Danau Napangga dan Objek wisata Bono Rokan.

Selain itu, adapula kota-kota dengan latar belakang agrowisata seperti Bagan Batu, Pujud dan Sedinginan. Kubu dan Tanah Putih menyuguhkan unsur budaya sebagai ciri wilayahnya.

"Kita juga memiliki situs peninggalan sejarah serta tempat-tempat lainya yang menyuguhkan keindahan pantai, taman laut serta habitat penyu langka, objek wisata alam Danau Laut Napangga dengan habitat Ikan Arwana serta Komunitas suku aslinya," sebut Bupati.

Terus bertambahnya jumlah obyek wisata itu tidak terlepas peran Pemerintah Daerah yang terus membenahi pembangunan dibidang kepariwisataan. Semua itu tentu bertujuan meningkatkan arus kunjungan wisatawan ke daerah agar lebih signifikan lagi. Seperti halnya peningkatan sarana dan prasarana pendukung seperti perencanaan dan pengembangan pelabuhan laut Bagansiapiapi, Panipahan dan Sinaboi yang dipersiapkan sebagai pintu gerbang pendaratan penumpangan antar laut terdekat di negara tetangga Malaysia seperti Port Klang dan Port Dikson, dan lain sebagainya.

"Pentingnya pelabuhan ini dengan sasaran meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pulau Jemur dan daerah lain," kata H Suyatno.

Penyelenggara Wisata Pulau Jemur and Rantau Bais Village, Amriyadi Bahar mengatakan, untuk wisata petualangan, beberapa lokasi penyajian nuansa tersendiri bagi pengunjung, seperti menyaksikan dan bermain dengan atraksi alam gelombang bono di Sungai Rokan, menyusuri pedalaman hutan tropis Kabupaten Rokan Hilir, melihat habitat buaya di Pedamaran dan lain sebagainya.

Selain itu, Pulau Jemur dan Kampung Bahari Rantau Bais juga menjadi obyek tujuan wisatawan luar. Pihaknya ternyata kebanjiran peserta wisatawan yang siap bakal dipandu.



Sejalan dengan pengembagan objek wisata, Bupati Rohil H Suyatno juga memiliki program besar dalam mewujudkan pembangunan di Kabupaten Rohil. Salah satu program prioritas adalah Pembangunan Jembatan dan Infrastruktur jalan penghubung lintas pesisir yang rencananya dijadikan lokasi wisata lokal.

Sedangkan lokasi wisata lokal yang sudah masuk dalam perencanaan tersebut adalah di Pulau Pedamaran, lokasinya tepat berada di tengah yang dihubungkan oleh kedua jembatan. Pemandangan indah di hilir laut nantinya dapat dinikmati masyarakat sebagai objek wisata bahari dan kepulauan. kemudian Pulau Jemur dan Pulau Tilan. Saat ini juga dibuka Objek Wisata di Kota Bagansiapiapi, Parit Bepak.

"Apabila semua wisata tersebut dikembangkan, dipastikan akan banyak wisatawan yang berkunjung di Rohil, kemudian para investor akan tertarik untuk berinvestasi di Rohil," jelas Suyatno lagi.

Suyatno yakin, objek wisata Pulau Jemur, Pulau Tilan dan Parit Bepak diminati masyarakat banyak, terutama pendatang yang berkunjung melihat keindahan alam. Terlepas dari semua itu, pembangunan infrastruktur terus ditingkatkan lagi.

Suyatno juga berpendapat lokasi Pulau Pedamaran sangat strategis dijadikan objek wisata andalan. Mencapai lokasi Pedamaran dapat ditempuh dengan melintasi Jembatan Pedamaran I dan II. Menurutnya, pulau yang memiliki luas 2.500 hektar tersebut, belum berpenghuni atau pemukiman penduduk. Dengan adanya jembatan, dan jalan lintas pesisir tersebut, Pulau Pedamaran letaknya menjadi sangat strategis.

"Bukan itu saja, Pulau Pedamaran juga bakal kita kembangkan sebagai tempat wisata utama di Rohil, disamping Pulau Tilan dan Pulau Jemur yang saat ini kita kembangkan," tambahnya.

Upaya penambahan daya tarik pengunjung wisata, Pemkab Rohil tengah mempersiapkan rencana pembangunan lapangan golf skala nasional dan lapangan motocross. Seiring dibangunnya dua sarana ini, diyakini wisatawan luar yang datang setiap tahunnya bakal bertambah. Setiap ada event besar seperti Bakar Tongkang, Ceng Beng (sembahyang kuburan), Imlek dan Cap Go Meh dan lainnya. "Tentunya kita harapkan dengan pembangunan yang dipusatkan di Pulau Pedamaran akan lebih bermanfaat lagi ke depannya," terangnya.



Memacu laju potensi kepariwisataan tersebut, pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata Kebudayaan Seni Pemuda dan Olahraga membuat program kampanye Sadar Wisata pada 2017 yang intinya mengiatkan wisata sebagai bagian untuk memberi manfaat kesejahteraan bagi Rakyat. Selain itu, kampanye sadar wisata dari Kementerian Budaya Pariwisata RI telah dicanangkan beberapa waktu lalu. Kenyataan yang ada, terdapat obyek pariwisata yang cukup banyak tersebar di setiap kecamatan se Kabupaten Rohil.

Pemerintah daerah juga tengah mempersiapkan rencana kajian penggunaan jalur kereta gantung sebagai akses  transportasi menuju ke lokasi Pulau Jemur. Fokus kegiatan pengembangan objek wisata andalan daerah. Sejalan dengan rencana persiapan tiga jalur transportasi, seperti darat, laut dan udara melalui kereta gantung.

"Kalau memang memungkinkan menggunakan akses kereta gantung menuju Pulau Jemur. Titiknya dimulai dari Bagansiapiapi ke Pulau Jemur. Dan ini masih dalam tahap kajian penelitian," terang Bupati.

Lebih lanjut, Kabupaten Rohil banyak memiliki objek wisata andalan daerah, seperti objek wisata tiang bubu di perairan Sungai Rokan, Wisata Bono di Sungai Rokan, wisata bouting di Rantau Bais Kecamatan Tanah Putih dan wisata pemandian air panas di Desa Tangga, Kecamatan Pujud, Parit Bepak di Kecamatan Bangko dan Pulau Jemur di Kecamatan Pasir Limau Kapas.

Masih katanya, rencana persiapan pembangun infrastruktur di lokasi sumber air panas masih dalam kajian, seperti mendata status kepemilikan tanah, persiapan kegiatannya. "Kita tidak ingin setelah programnya jalan, nanti ada pula yang mengaku pemilik lahan. Jadi ini perlu kajian pendalaman terlebihj dahulu," jelasnya sembari menyebutkan wilayah Pulau Jemur merupakan pemekaran dari Kepenghuluan Teluk Pulai, Kecamatan pasir Limau Kapas.

Pulau Jemur adalah pulau terluar Provinsi Riau, yang terletak di Selat Malaka dengan luas 250 ha. Pulau ini termasuk dalam wilayah Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir. Letaknya sekitar 72,4 km dari Bagansiapiapi dan 64,3 km dari Port Klang, Malaysia. Jarak tempuh dari pulau ini lebih dekat ke Malaysia di banding ke ibukota Kabupaten Rohil, Bagansiapiapi. Oleh karena itu, kerap hasil tangkapan ikannya dibawa ke Malaysia. Sedangkan illegal fishing kerab mengahantui petugas penjagaan pulau ini yang boleh dikatakan tergolong sangat marak.



Pulau ini merupakan pulau terluas dari Kepulauan Aruwah, gugusan sembilan pulau, di antaranya Pulau Jemur, Tokong Emas, Tokong Simbang dan Labuhan Bilik. Pulau Jemur terkenal dengan panorama alam seperti pantai berpasir putih dan sebagai habitat penyu hijau.

Sebelumnya, Pulau Jemur tidak berpenghuni dan hanya menjadi tempat persinggahan bagi nelayan yang sedang melaut. Sebuah pos TNI-AL didirikan di pulau ini untuk kepentingan pengamatan dan navigasi. Pulau ini sempat membuat suhu tapal batas memanas. Sebab, Malaysia berkeinginan mengelola Pulau Jemur sebagai tujuan wisata.

Sedangkan Potensi mayoritas di Pulau ini antara lain, ikan. "Karena Rohil mayoritas nelayan, cocoklah mereka tinggal di sini. Tentu kita siapkan listrik dan rumah layak huni serta insfrastruktur lainnya. Untuk mendukung potensi perikanan, kita siapkan kapal untuk mereka, minimal pompong. 2017 sudah kita siapkan," jelas Suyatno. (ADV PEMKAB ROHIL)

Akses JurnalMadani.com Via Mobile m.JurnalMadani.com