JURNALMADANI — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, menjadikan keteladanan Syekh Abdul Qodir Al-Jailani sebagai inspirasi dalam membangun karakter, memperkuat keimanan, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Pesan tersebut disampaikan Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, H. Suardi, M.Pd., saat menghadiri Haul Akbar Syekh Abdul Qodir Al-Jailani ke-887 di Musholla Toriqoh Miftahul Jannah, Sungai Cina, Kecamatan Rangsang Barat, Kamis (24/9/2026) malam.
Dalam kesempatan itu, Suardi menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Kepulauan Meranti yang belum dapat hadir karena masih menjalankan sejumlah agenda di luar daerah.

Menurut Suardi, haul bukan sekadar kegiatan untuk mengenang wafatnya seorang ulama. Lebih dari itu, haul menjadi ruang untuk menggali kembali nilai perjuangan, keilmuan, keteladanan, dan pengabdian para ulama agar tetap relevan dalam kehidupan masyarakat saat ini.
“Haul merupakan momentum untuk mengenang jasa, perjuangan, keteladanan, dan nilai-nilai kebaikan yang telah diwariskan oleh para ulama kepada generasi setelahnya,” ujarnya.
Ia mengatakan, Syekh Abdul Qodir Al-Jailani dikenal sebagai sosok ulama yang memiliki kedalaman ilmu, keteguhan iman, kesederhanaan, serta kepedulian terhadap umat.

Nilai-nilai tersebut, menurutnya, penting diwariskan kepada generasi muda di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat dan penuh tantangan.
“Beliau mengajarkan bahwa ilmu harus melahirkan amal, ibadah harus melahirkan akhlak, dan kecintaan kepada Allah SWT harus tercermin dalam kecintaan kepada sesama manusia,” katanya.
Generasi Muda Diminta Tidak Berhenti Menuntut Ilmu
Suardi juga mengingatkan pentingnya membangun generasi muda yang memiliki keseimbangan antara ilmu pengetahuan, keimanan, akhlak, dan kepedulian sosial.

Ia mengajak para pemuda Meranti untuk tidak berhenti menuntut ilmu, baik ilmu agama maupun pengetahuan umum, sehingga mampu menghadapi persaingan yang semakin terbuka.
“Mari kita belajar dan meneladani semangat perjuangan Syekh Abdul Qodir Jailani. Jangan pernah lelah menuntut ilmu agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” tuturnya.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan sumber daya alam dan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan sumber daya manusia yang berkarakter, berilmu, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.
“Bersama kita membangun daerah dan mewujudkan Kepulauan Meranti yang unggul, agamis, dan sejahtera,” tambahnya.
Haul Juga Jadi Momentum Jaga Lingkungan
Sementara itu, Camat Rangsang Barat Jefrizal memanfaatkan momentum tersebut untuk mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, terutama dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ia meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran secara sembarangan karena dapat memicu kebakaran yang berdampak luas terhadap lingkungan, kesehatan, serta aktivitas masyarakat.
Jefrizal juga menyoroti beratnya tugas petugas pemadam yang harus bekerja hingga larut malam untuk mengantisipasi agar api tidak meluas.
“Tidak akan bosan dan jenuh saya sampaikan, karena begitu sulit dan kasihan para petugas pemadam yang harus pulang pukul 2 malam setiap harinya demi mencegah api melebar ke mana-mana,” tegasnya.
Karena itu, ia mengajak masyarakat membangun kesadaran bersama dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
“Jadi dibutuhkan kesadaran, rasa simpati dan kepedulian kita bersama,” ujarnya.
Pesan tersebut dinilai sejalan dengan nilai-nilai yang diajarkan para ulama, yakni membangun kepedulian, menjaga kemaslahatan bersama, serta menghindari tindakan yang dapat merugikan orang lain.
Haul Akbar Syekh Abdul Qodir Al-Jailani ke-887 tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Kepulauan Meranti, para ulama dan tokoh agama, Camat Rangsang Barat beserta jajaran, kepala desa, serta jamaah dan masyarakat.
Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dan menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. (*)